Pemerintah Butuhkan Dana Rp.466 Triliun Untuk Pemindahan Ibu Kota Pusat Pemerintahan




Jakarta TangkalNews Keinginan pemerintah pusat untuk memindahkan ibu kota baru sebagai  pusat  pemerintahan  dari Jakarta menuju Kalimantan tinggal menunggu waktu. Hal ini dijelaskan melalui Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro kepada  wartawan di Jakarta   pada Rabu (10/7/2019). Menurut kepala Bappenas pengumuman resminya akan disampaika oleh preside RI Ir.H. Joko  Widodo dalam waktu yang tidak lama lagi, kemudian  terkait sumber pendanaan yang akan digunakan untuk  pemindahan pusat  pemerintahan. Sebagai gambaran, pemerintah memperkirakan dana yang dibutuhkan untuk membangun ibu kota baru bisa mencapai Rp.466 triliun. Anggaran sebesar itu untuk membiayai gedung pemerintahan, hingga pengadaan lahan yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Selain itu  pemerintah juga menyiapkan usaha Kerjasama Pemerintah  dengan  Badan Usaha. 

Menurut Bambang , dengan melibatkan kerja sama badan usaha  dengan pemerintah diharapkan pemindahan ibu kota bisa berlangsung cepat tanpa bergantung  pada  APBN.

 

Dana Rp446 triliun dialokasikan untuk beberapa  hal yang utama sekali untuk pengadaan pembebasan lahan , kemudian  berkaitan dengan fungsi utama, meliputi gedung legislatif, yudikatif, dan eksekutif, serta istana negara dan bangunan strategis TNI/Polri.

Berikutnya  untuk  menyediakan fungsi pendukung, meliputi rumah dinas untuk ASN dan TNI/Polri, sarana pendidikan seperti gedung sekolah dan perguruan tinggi, sarana kesehatan dan lembaga pemasyarakatan.

 

Selanjutnya,  biaya pemindahan ibu kota juga untuk penyediaan fungsi penunjang, meliputi sarana dan prasarana jalan, listrik, telekomunikasi, air minum, drainase, pengolah limbah dan lain nya. (Red)

 

Print Friendly




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply