Bupati Landak : Diharapkan Polri Menjadi Aparat Pengayom,Pelindung, & Penegak Hukum Bagi Masyarakat

 

(foto:kapolres landak berjabat tangan dengan bupati landak)

Pahauman.TangkalNews-Setiap tanggal 1 Juli 2019 Kepolisian Republik Indonesia (Polri) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Bhayangkara,dan bhayangkara berasal dari bahasa sansekerta, yang artinya  penjaga, pengawal, pelindung, dan pengaman keamanan masyarakat.

Makna hakiki dari perayaan hari ulang tahun sebetulnya mensyukuri atas segala berkat dan anugerah Tuhan yang telah diterima oleh yang merayakannya. Berkat dan anugerah Tuhan yang disyukuri manusia tidak hanya lahir tapi juga batin. 




Tahun ini, Peringatan Hari Bhayangkara ke-73 dilaksanakan melalui upacara yang digelar pada tanggal 10 Juli 2017. Meski upacara bukan dilaksanakan pada tanggal 1 Juli, namun itu jangan sampai mengurangi makna dan semangat kita mengimplementasikan nilai-nilai luhur Bhayangkara.

Dalam acara HUT bhayangkara yang ke-73 tahun 2019 ini,kegiatan justru di pusatkan di Polsek Sengah Temila kabupaten Landak,selain di hadiri muspika dan undangan umum lainnya,nampak juga hadir Bupati Landak,dr Karolin Margret Natasa,anggota DPRD Landak dan Sekda kabuaten  Landak,Vinsensius S.Sos,MMA.

Menurur bupati Landak dr Karolin Margret Natasa, saat menghadiri HUT bhayangkara ke-73,ia menegaskan semoga Polri semakin dekat dengan masyarakat dan menjunjung tinggi tugas pokoknya sebagai aparat penegak hukum.

“saya berharap institusi Polri semakin solid dan kuat dan dekat dengan masyarakat,lain itu saya juga berharap agar Polri dapat memperkuat kerja sama dengan TNI maupun masyarakat,”katanya.

Dan hal senada juga di ungkapkan oleh kapolres Landak,AKBP Bowo Gede Imantio, ia berharap Polri tetap solid dan menjadi pengayom dan pelidung masyarakat yang propesional dan menjadi pelayan masyarakat setulus hati.(Sumianto)

 

Print Friendly




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply