Massa Pro & Kontra Terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Saling Berhadap Hadapan




Jakarta TangkalNews– Massa demonstrans  yang mengatasnamakan sebagai massa pro dan kontra terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan  memenuhi halaman  depan gedung Balai Kota DKI Jakarta , pada Selasa (14/1/2020).  

Dimana masing masing kubu  melakukan unjuk rasa untuk menyampaikan tuntutan berbeda terkait kebijakan Anies dalam menghadapi banjir di Jakarta.

Kubu pertama diperkirakan berjumlah 200-an  orang berorasi untuk mendesak  Anies Baswedan  supaya mundur dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Mereka memprotes dan menilai kebijakan Anies tidak efektif dalam menghadapi banjir. Padahal, sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memberikan peringatan soal banjir.

Sementara kubu kedua diperkirakan berjumlah 300-an  orang yang mendukung Anies Baswedan. Mereka merupakan perwakilan dari Bang Japar. Mereka membela Anies karena menilai bencana banjir telah terjadi sejak dahulu di Jakarta. Bang Japar merupakan organisasi masyarakat (ormas) yang muncul pertama kali di masa Pilkada DKI 2017 putaran kedua. Bang Japar merupakan kependekan dari Kebangkitan Jawara dan Pengacara. Tahun 2017, sebanyak 5.000 orang bergabung sebagai anggota Bang Japar yang terdiri dari warga asli DKI Jakarta atau dari kawasan sekitar Jakarta, misalnya Bekasi.

Untuk  mencegah terjadinya bentrokan antarkedua kubu yang sedang berhadap hadapan tersebut , aksi demo tersebut  dijaga oleh polisi. Setidaknya 650 personel diterjunkan untuk mengamankan aksi demo tersebut.  Selain itu, polisi juga membedakan lokasi demo antarkedua kubu dan memisahkannya menggunakan sekat ,demikian dikatakan  Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus

Terlihat jelas bahwa jalannya  demo sempat   memanas tapi karena  Kedua kubu dipisahkan oleh sekat, dimana kubu pembela Anies duduk di dalam area Balai Kota. Sementara itu, kubu pengkritik Anies berkumpul di luar gedung Balai Kota. itulah sebabnya massa pendemo bergeser ke Jalan Silang Merdeka Barat Daya, tepatnya di luar area kawasan Monas, seberang Patung Arjuna Wiwaha atau Patung Kuda.

Ketika kubu pembela Anies meminta polisi membubarkan kubu pengkritik Anies ,tetapi apabila   mereka tidak  dibubarkan, karena ini kampung kami, maka  kami berhak untuk  membubarkan,” kata seorang pendukung Anies. Sejumlah aparat kepolisian tampak menghalau kubu pembela Anies untuk mendekati kubu pengkritik Anies. Bahkan, polisi juga meminta salah satu tokoh dari kubu pembela Anies untuk naik ke atas mobil komando dan menenangkan massa yang mulai memanas.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Susatyo Purnomo Condro yang berada di lokasi juga berusaha menenangkan ketegangan antarkedua kubu itu. Dia meminta kubu pembela Anies kembali ke gedung Balai Kota. Adapun, kubu pengkritik Anies diminta tidak terprovokasi oleh kubu pembela Anies. “Kembali ke Balai Kota. Kita ingin Jakarta damai. Jangan terprovokasi. Yang masih ingin ke Patung Kuda tidak cinta Jakarta. Kami ingin Jakarta damai. Percayakan kepada kami,” kata Susatyo. Kubu pendukung Anies akhirnya memilih mundur dan kembali ke Balai Kota. (Tim)

 

Print Friendly




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply