Thursday 24th June 2021

Bupati Landak Minta Dukungan Masyarakat Landak Untuk Menangani Stunting Dan Gizi Buruk




Landak ,TangkalNews –Pada Selasa (21/04/2021) Bupati Landak, dengan dihadiri  Anggota Komisi IV DPR RI, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan Dan Perikanan Kementerian Kelautan Dan Perikanan, Forkopinda Kabupaten Landak, Kadis Pertanian, Perikanan Dan Ketahanan Pangan Kabupaten Landak, Camat Ngabang, Pimpinan Pondok Al Muslimun Ngabang, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan undangan lainnya telah membagikan setidaknya  500 paket  kepada masyarakat Kabupaten Landak saat digelarnya  “Kegiatan Perluasan Gemarikan”. yang dipusatkan di Aula MTs Negeri Landak Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat.

Kegiatan tersebut  dilaksanakan dalam rangka mendukung program penanganan Stunting dan Gizi Buruk  yang terjadi di seluruh Indonesia. 
Dalam sambutanya dr Karolin menegaskan bahwa  kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk perhatian Pemerintah Pusat bersama wakil rakyat di Senayan kepada masyarakat kabupaten Landak.

Berita Terkait :

Baca:Bupati Landak Karolin : Untuk 2021 Telah Ditetapkan 17 Desa Di 7 Kecamatan Menjadi Wilayah Perioritas Penanganan Stunting. 

Baca:Karolin Tekankan Kepada Pendamping Desa Prioritas Program 2021 Yakni Pengentasan Masalah Stunting.

Baca:Diwilayah Kabupaten Landak Masih Terdapat 7 Desa Tertinggal

Baca:Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kabupaten Landak Secara Virtual Dihadiri Gubernur Kalbar

Dalam kaitan tersebut Pemerintah Kabupaten Landak menyambut baik dan mengucapkan teriam kasih. Selain itu Karolin juga  berharap agar kita menjaga kesehatan dengan makanan bergizi selama bulan suci Rama dan dimasa pandemi Covid-19 yang belum berakhir hingga kini.
“Jadi kita harus sehat dan kuat supaya ibadah kita lancar, bagaimana caranya bapak dan ibu bisa sehat dan kuat maka tolong dijaga apa yang kita makan,” ucapnya 

Selain itu  kita juga menjaga waktu makan, bupati meminta dijaga kwalitas makanan diperhatikan. Sambil berkelakar bupati menyebutkan Cencalok, rasanya nyaman dan enak. Walaupun mungkin pada saat buka, ada yang kita kepengen dimakan dan jumlah porsi yang secukupnya.
“Ikan salah satu sumber protein yang bagus. Kemudian harganya terjangkau, Sementara harga daging sangat  mahal. Kalau gomong harga daging Sapi dan ikan mana yang bagus. Yang bagus tentunya Ikan, karena lemaknya rendah. Kemudian penyerapan dibadan lebih bagus, ”pesan Bupati 
Bupati juga mengatakan jika anak-anak makan proteinnya cukup, makanannya sehat dan
berkawalitas akan bisa dipastikan punya postur tubuh tinggi.
“Itulah yang dinamakan tadi Stunting. Sayangnya kita di Kabupaten Landak masih banyak
ditemukan angka Stuntingnya. Ini artinya anak-anak kita belum tumbuh sesuai dengan umurnya. 
Kenapa? Karena makanan kita kurang bervariasi, masih ada kurangnya sedikit, seharusnya ada vitamin c, vitamin b, ada kalsium, akhirnya ada yang kurang dalam badan sehingga pertumbuhan anak kita tidak optimal atau anak kita sakit, ” jelas Karolin seraya menambahkan, semua jenis ikan, apakah ikan laut dan ikan sungai bagus untuk kesehatan.

Baca Juga:Warga Minta Polisi Berani Tangkap Yang Diduga Pembuat Pupuk Oplosan Di Dusun Sanyang.

Selanjutnya Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan Dan Perikanan Kementerian Kelautan Dan Perikanan Catur Sarwanto mengatakan Indonesia memiliki 17.504 pulau dengan luas perairan laut 6,4 juta km2 atau sekitar 70% total luas wilayah Indonesia menjadikan kita sebagai negara maritim dan kepulauan terbesar di dunia.
Sumber daya ikan yang dimiliki Indonesia beraneka ragam dan melimpah di hampir seluruh wilayah. Berdasarkan hasil kajian Komisi Nasional Pengkajian Sumber Daya Ikan, pada tahun 2017 potensi lestari sumber daya ikan nasional sebesar 12,54 juta ton/tahun.

berlimpahnya sumber daya ikan ini merupakan anugerah Allah SWT bagi Bangsa Indonesia yang dapat didayagunakan sebagai penggerak ekonomi nasional, penyedia lapangan kerja, penghasil devisa serta menjadi sumber pangan dan gizi nasional.
“Ikan sebagai sumber bahan pangan yang mengandung protein dan Omega-3 sangat relevan untuk mendukung program prioritas penanganan stunting khususnya dalam rangka mencegah terganggunya pertumbuhan otak akibat kekurangan gizi kronis. Ikan memiliki kandungan gizi yang lengkap, dan memiliki peran penting bagi ibu hamil, 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK), untuk  perkembangan otak anak-anak dibawah usia dua tahun (Baduta), usia remaja serta kesehatan para lanjut usia, “ jelasnya.

Angka konsumsi ikan (AKI) nasional terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Angka konsumsi ikan nasional pada tahun 2019 sebesar 54,50 kg/kapita atau meningkat sebesar 3,81 kg/kapita/tahun dibandingkan tahun 2018 (50,69 kg/kapita/tahun) dan ditargetkan meningkat pada tahun 2020 menjadi 56,39 kg/kapita setara ikan utuh segar.

Baca Juga:Hari Pertama Salat Teraweh, Polisi Berikan Pam Di Masjid Untuk Antisipasi Kriminalitas

“Target pertumbuhan konsumsi ikan nasional pada 5 tahun kedepan (2020 – 2024) sebesar 2,43% per tahun dengan target konsumsi ikan pada tahun 2024 sebesar 62,05 kg/kapita setara ikan utuh segar. Hal ini menunjukkan bahwa minat masyarakat Indonesia dalam mengonsumsi ikan semakin meningkat, sehingga perlu ditopang oleh ketersediaan ikan dan produk turunannya yang tepat waktu, tepat harga dan tepat lokasi, “ bebernya.

Lebih jauh Catur mengatakan Presiden RI Joko Widodo juga telah memberi arahan bahwa makan ikan sangat penting di situasi pandemi Covid-19 untuk meningkatkan imunitas dan daya tahan tubuh. Selain itu ikan sebagai bahan pangan yang mengandung protein dan Omega-3, ikan sangat relevan untuk mendukung program prioritas penanganan stunting khususnya berkaitan dengan kecerdasan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan bekerjasama dengan mitra kerja Komisi IV DPR RI pada periode Maret s.d Juli 2021 akan melaksanakan kegiatan perluasan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) melalui penyerahan paket Gemarikan di 112 kabupaten/kota yang tersebar di 21 provinsi, dengan target penerima sebanyak 56 ribu orang yang terdiri dari ibu hamil dan/atau menyusui, anak balita dan remaja putri usia produktif, dan masyarakat rawan gizi.

Baca Juga:30 Pelayan Publik Suntik Vaksin Covid-19 di Kantor Desa Sidas

Kegiatan Safari Gemarikan yang dilaksanakan di Kabupaten Landak pada tanggal 21 April 2021 ini,dilaksanakan melalui edukasi dan penyerahan total 500 Paket Gemarikan kepada target kelompok masyarakat. Paket tersebut akan disampaikan secara simbolis kepada perwakilan penerima di lokasi, dan untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat di Kabupaten Landak.

“Adapun paket Gemarikan yang diberikan kepada masyarakat berupa aneka macam olahan ikan yang terdiri dari Amplang, Kerupuk Ikan, Stik Rumput Laut, Stik Udang, Abon Ikan dan Sarden Kaleng, yang sebagian besar merupakan produk dari pelaku usaha dan UMKM perikanan di Kabupaten Landak, dengan harapan dapat membantu penyerapan produksi dan menjaga  keberlanjutan usaha mereka pada situasi pandemi ini. Disamping itu juga disampaikan materi promosi berupa kaos dan brosur edukasi tentang manfaat makan ikan agar menjadi inspirasi dan meningkatkan motivasi masyarakat untuk mengkonsumsi ikan,” katanya lagi.
“Pada kesempatan ini kami menyampaikan apresiasi kepada Komisi IV DPR RI, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat, Pemerintah Kabupaten Landak dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Landak serta masyarakatnya yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan Safari Gemarikan sebagai bagian dari upaya untuk menangani stunting, dan meningkatkan konsumsi ikan khususnya di Kabupaten Landak. Saya berharap para pemangku kepentingan dan seluruh masyarakat Kabupaten Landak secara bersama-sama dapat berperan aktif dalam mensukseskan Program Gemarikan dengan mengajak masyarakat untuk mengkonsumsi ikan, serta berperan dalam usaha produksi mulai dari budidaya, pengolah dan pemasar ikan,” harapnya.

Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalaimantan Barat Herti Herawati melalui Jauhari
mengucap banyak terima kasih kepada Anggota DPR RI Komisi IV dan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang telah memilih Kalimantan Barat khususnya Kabupaten Landak dan Mempawah untuk melaksanakan kegiatan perluasan gemarikan dalam rangka mendukung program penanganan stunting dan gizi buruk.

Jauhari juga mengatakan salah satu sasaran program Dinas Kelautan dan Perikanan adalah meningkatkan konsumsi ikan Provinsi Kalimantan Barat, dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan nelayan maupun pembudidaya ikan serta meningkatkan kesehatan masyarakat.
“Kebijakan, program, kegiatan strategis dalam mengatasi gizi buruk di Kalimantan Barat, asupan protein hewani dari ikan menjadi hal yang penting untuk menjaga stamina /daya tahan/imunitas tubuh melawan terinfeksinya covid-19 ini gemarikan juga merupakan kegiatan perluasan fasilitator untuk meningkatkan kesadaran masyarakat meningkatkan mengkonsumsi ikan, produksi ikan serta memperluas pemasaran produk hasil perikanan, sehingga kegiatan usaha perikanan tangkap, budidaya dan pengolahan dapat berkesinambungan,” jelasnya.
Mengkonsumsi asupan protein sebagai sebagai ikan, lanjutnya, merupakan salah satu cara untuk meningkatkan imunitas dan daya tahan tubuh terhadap covid-19. selain itu ikan sebagai bahan pangan yang omega-3 sangat relevan untuk mendukung program prioritas penanganan stunting khususnya berkaitan dengan kecerdasan.
“Ikan memiliki kandungan gizi yang lengkap, dan memiliki peran penting bagi ibu hamil, 1.000 hari pertama kehidupan (1000 hpk), perkembangan otak anak-anak dibawah usia dua tahun (baduta), ibu hamil, usia remaja serta lanjut usia. ikan merupakan makanan yang halal dan baik sehingga dapat dikonsumsi dan diterima sebagian besar masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, berdasarkan data Susenas (2019) AKI Provinsi Kalimantan Barat sebesar 46,16 kg/kapita. Apabila melihat angka tersebut masih jauh di bawah capaian aki nasional sebesar 54,55 kg/kapita. Oleh karena itu perlunya peningkatan konsumsi ikan di Kalimantan Barat.
Diakhir kata sambutannya, Jauhari mengatakan sektor kelautan dan perikanan memiliki potensi dan kontribusi yang besar terhadap pembangunan daerah dan nasional. Oleh karenanya marilah kita memperkuat sinergi untuk bersama- sama mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera melalui peningkatan konsumsi ikan masyarakat.
“Mari kita jadikan ikan sebagai sumber protein untuk SDM Indonesia Unggul untuk Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045,” ajaknya.




Baca Juga:Bupati Landak Menyampaikan Pidato Pengantar LKPJ Tahun Anggaran 2020

Sementara itu Anggota Komisi IV DPR RI diwakili Tenaga Ahli Sartikadi menyampaikan salam hangat dari Daniel Johan, dan mohon maaf tidak bisa hadir ditengah masyarakat Kabupaten Landak, dikarenakan ada keshibukan yang tidak bisa ditinggalkan.
“Kegiatan Perluasan Gemarikan ada dua agenda, hari ini Kabupaten Landak. Hari kedua di Mempawah,” katanya.
Ucapan terima kasih juga disampikan Sartikadi kepada Ponpes Al Muslimun Ngabang telah memberikan  tempat untuk pertemuan pada hari ini, tanpa ada ijin kegiatan ini tidak akan terlaksana.
Ucapan terimakasih juga diberikan kepada Ketua PCNU Kabupaten Landak Ustaz Ahmad Fauzi, atas arahan beliaulah ditentukan tempat pertemuan ini sehingga berjalan lancar sesuai dengan usai memberikan kata sambutan, Bupati Landak dan Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan Dan Perikanan Kementerian Kelautan Dan Perikanan memberikan pertanyaan kepada peserta, dan atas jabawan yang benar diberikan hadiar doorprize yang telah disediakan oleh panitia.
Selain memdapat hadiah doorprize peserta juga mendapat 1 paket berupa makan ringan dari olahan ikan dan lautan, serta 1 kotak makanan untuk berbuka puasa.

Sumber : MC  Pemda landak




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply