Warga Tauk ,Engkangin Ditangkap Polisi Resort Landak Karena Ketahuan Membakar Lahan & Hutan

   Foto : NS ,Tersangka  Pembakar Hutan & Lahan    




Serimbu TangkalNews-  Karena terlibat kasus pembakaran hutan dan lahan warga dusun Tauk, desa Engkangin, Kecamatan Air Besar  berinisial NS  (54) terpaksa harus  berurusan dengan pihak kepolisian sejak Senin (12/8).

Keterlibatan NS dalam  pembakaran hutan lahan, ketika dirinya mencoba   melakukan pembakaran lahan untuk membuka  ladang, namun nasip  malang telah  berpihak  kepadanya.  

Saat itu bermula ketika  NS  membakar lahan untuk membuka ladang , dimana lahan yang dibakar  tersebut  tidaklah luas hanya sekitar 1.2 Ha saja. Mengingat disaat ini sedang dilanda musim kemarau maka, sumber api   yang berasal dari lahan untuk membuka ladang , dengan mudahnya si Jago merah menjalar kemana mana sehingga areal yang terbakar tersebutpun  meluasnya hingga kejalan raya  menuju wilayah kecamatan  Serimbu, yang selanjutnya Api yang telah membesar  tersebut  menyebabkan luka bakar terhadap  2 orang warga., demikian dijelaskan oleh kerabat  pelaku ketika media ini melakukan investigasi.

Baca Juga : Pakai-baju-dinaspolisi-ikut-padamkan-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-desa-mandor

Terkait hal itu  Kapolres Landak AKBP Bowo Gede Imantio melalui Kasat Reskrim Idris Bakara  membenarkan adanya  peristiwa kebakaran lahan dan hutan yang disebakan karena  membuka lahan dengan cara membakar yang dilakukan tersangka, NS  pada Sabtu (10/8) yang berada  di hutan Pagong, dusun Tauk desa, Engkangin kecamatan Air Besar kabupaten Landak, Kalimantan Barat..

Padahal sudah berpuluh puluh  tahun yang lalu diperingatkan , kalau membuka ladang  harus hati hati dengan kata lain jika membuka  ladang dimusim kemarau jangan mengunakan cara dibakar,  sebab bisa menimbulkan kebakaran hutan yang  berakibat  timbulnya kabut asap yang dipastikan asapnya dapat mengganggu negara tetangga karena polusi udara, bisa mengganggu kesehatan karena menimbulkan penyakit  sesak napas alias  ISPA   dan menimbulkan kabut asap yang dapat mengganggu lalu lintas  penerbangan pesawat udara ,”terang Kasat Reskrim 
 
Mengingat adanya  pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pelaku  , maka yang bersangkutan akan diganjar dengan  UU nomor 32 tahun 2009  Pasal 69 ayat (1) huruf h jo pasal 108, Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup atau Pasal 187 ayat (2) KUHP, yakni  Dipidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit tiga miliar rupiah dan paling banyak 10 miliar rupiah.
 
Agar  memudahkan pemeriksaan  terhadap   pelaku   maka, pihak kepolisian resort Landak   harus menahan pelaku di Mapolres  Landak  untuk penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut ,”jelas  Idris Bakara  
 
Sumber :  Humas Polres  Landak
Edit        : TangkalNews.com 

 

 

Print Friendly




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply