Seorang Jurnalis Diteror Karena Memberitakan Warga Yang Kelaparan

                                                                           Foto : Kondisi Rumah Tempat Tinggal Putri DN
 
 
Aceh  TangkalNews -Lantaran karena memberitakan berita lewat media online “Modusaceh.co” yang berjudul, ” Putri Dewi Nilaratih, siswi SMP di Aceh Timur yang sakit ketika belajar karena kelaparan.“terbitan pada Rabu (7/8) seorang jurnalis,bernama Mahyuddin(34)  mendapat teror dari orang yang tidak dikenal. 
 
Kejadian tersebut terungkap setelah Pimpred  Modusaceh.co,  Muhammad Saleh  secara blak blakan menceritakan hal itu kepada media  pada Senin (12/8) dikantornya. Lanjutnya  bahwa  peneror telah beberapa kali meneleponnya terkait peliputan yang viral di media-media sosial. Bahkan, penelepon gelap itu juga mengancam akan menjemput paksa dengan mengirimkan anak buahnya kalau Mahayuddin tak mau bertemu ,”jelasnya.
 
“Kamu tidak perlu tahu siapa saya, nanti juga akan tahu sendiri siapa saya. Saya salah seorang perangkat di kampung yang kau beritakan itu. Kamu tahukan peraturan di desa orang? Dan setidaknya kamu menghubungi dusun ataupun kepala desa dulu, jangan langsung membuat berita itu,” ancam orang misterius tersebut seperti ditirukan Mahyuddin.
 
Tidak sampai di situ, penelpon itu juga mengaku telah mendapat teguran dari atasannya terkait berita itu.
 
“Kami malu dan masyarakat ada yang tidak terima. Apakah kau mau tanggung jawab bila nanti nama penerima bantuan itu kami coret. Jadi, lebih baik sekarang juga kamu jumpai saya biar tahu siapa saya dan saya pun sudah tidak sabar sekarang,” sebut si penelpon dengan menggunakan bahasa daerah.
 
Atas teror tersebut Mahyuddin mengaku merasa terancam dan gelisah. Menurutnya yang dia beritakan itu adalah realita seperti pengakuan Putri saat ditanyai gurunya di sekolah.
 
“Saya tersentuh walau tidak mampu berbuat banyak, apa yang saya beritakan spontan memang itu pengakuan Putri, sedangkan foto rumah dalam kondisi reot  serta kumuh itu adalah kenyataan ,” ujar mantan Geuchik ini.
 
 
 
sebagai akibat  pemberitaan  tentang Putri Dewi Nilaratih (14), siswi SLTP 4 Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, yang terpaksa diantar pulang temannya ke rumah, akibat sakit perut saat proses belajar di sekolahnya. Saat itu, wajah Putri tampak lesu dan keringatan , karena dia menahan sakit. Saat ditanya gurunya, sambil meneteskan air mata Putri bercerita.
 
“Putri adalah anak keempat dari enam bersaudara, pasangan Suparno dan Mariani, yang tinggal di Dusun Tualang Masjid Desa Tualang, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur provinsi Aceh,  Ia termasuk siswi yang rajin dan cerdas di sekolah.”
“Ia rajin pergi sekolah, dan baru kini mengeluh akibat sakit perut saat belajar. Katanya ia tadi tak sarapan,” cerita Nurul Fadilah (27), salah seorang guru di sekolah Putri
Suparno ayah Putri, tidak mempunyai pekerjaan tetap, terkadang harus pergi keluar kota  dan bekerja apa saja demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
 
Ketika saat disarankan agar sarapan terlebih dahulu sebelum ke sekolah, dengan nada sedih ia mengatakan ”Di rumah tidak ada beras, sehingga tidak makan.”
“jadi bukannya  tak mau makan, tetapi di rumah tidak ada beras Bu,” jawab Putri sambil mengusap air matanya dengan jilbab sekolah yang tampak telah usang. Mengingat kondisi seperti itu , putri pun langsung diberikan makanan oleh sekolah,  selanjutnya ia pun diantar pulang. 
 
Seusai pemberitaan tersebut, kondisi Putri menuai banyak simpati  bahkan, dari Bupati Aceh Timur Hasballah HM Thaib dan anggota DPR Aceh dari Partai Aceh, Iskandar Al-Faraky, langsung bereaksi cepat.
 
Bupati Aceh Timur Hasballah HM. Thaib atau akrab disapa Rocky mengirim staf Dinas Sosial setempat. Ironis, selain memberi bantuan, salah seorang staf dinas itu merekam video yang berisi bantahan Putri bahwa dia lapar dan sakit perut, bukan karena tidak ada beras di rumah, tapi memang malas sarapan.
Rekaman video tersebut sengaja diunggah di media sosial dan menjadi viral sebagai bentuk bantahan terhadap pemberitaan media ini sebelumnya. Sedang Iskandar Al-Faraky mengirim tim atau utusan untuk memberi bantuan. Simpati serupa juga datang dari berbagai warga di Banda Aceh dan Jakarta. Mereka dengan sadar menyalurkan bantuan, mengurangi beban yang dialami Putri dan keluarganya.
 
Seperti diungkapkan  Muhammad Saleh dirinya sangat heran sebab masih  ada orang orang yang tidak terima  sehingga harus melakukan teror kepada anggota jurnalis , padahal tulisan yang dipublikasikan itu merupakan suatu informasi penting agar dapat diketahui ,diperhatikan dan ditindaklanjuti  oleh orang orang yang punya kewenangan untuk itu,  sehingga    apa yang telah diberitakan oleh Jurnalis bersifat   apa adanya dan sesuai dengan fakta fakta yang  ada dilapangan  /fakta yang sebenar benarnya.
 
Oleh karena itu jika ada yang merasa terganggu dengan pemberitaan tersebut maka pihaknya berharap  ada cara  cara  yang elegan untuk melakukan hak jawab sesuai dengan undang  undang pers nomor 40 tahun 1999   pasal 1 ayat  11.
 
Demkian juga sebaliknya jika ada yang menghambat atau menghalang halangi tugas Pers ,sesuai dengan ketentuan pasal 18 ayat 1, dapat di pidana  penjara paling  lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000,- 
 
Terkait hal itu  anggota Jurnalisnya yang telah menjadi korban Teror  langsung  melaporkan  kejadian yang dialaminya  tersebut ke aparat Polres Aceh Timur untuk diusut tuntas  guna diminta pertanggung jawabkan semua tindakan nya. 
 
Sumber dari : Suara.com
Edit  oleh :Pimpred TangkalNews.com
Print Friendly




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply