Masyarakat Kalbar Menunggu Janji Gubernur/Wakil Gubernur Terpilih 2018-2023

 

 

Kubu Raya,TangkalNews-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya Drs.Frans Randus.S.Pd.Mi mengungkapkan , apabila ada janji gubernur/wakil gubernur  Kalimantan Barat  Sutarmidji-Ria Norsan pada saat berkampanye pada sebelum  pilkada beberapa bulan  yang  lalu yang, maka hal tersebut   merupakan kontrak politik,  sehingga  hal tersebut  akan ditagih publik  Khususnya  dibidang pendidikan gratis dan tuntas(tistas) sebab  telah  melekat dalam memori masyarakat luas diprovinsi Kalimantan Barat.

“Itu artinya janji itu wajib dipenuhi dengan segala konsekuensinya, sebab masih banyak hal lain yang terkait  pembiayaan yang harus diperhatikan di seputar pendidikan,” terang  Frans Randus,

Pengertian gratis itu juga harus di jelaskan pembiayaanya misalnya Pakaian seragam dengan atributnya, Kebutuhan perlengkapan sekolah, termasuk penunjang Program FDS termasuk   makan minum Guru dan Siswa , Aspek fisik sekolah, RKB, Laboratorium ,Perpustakaan,Jamban dan tidak kalah pentingnya rumah dinas guru untuk daerah-daerah yang jauh dan terpencil .

“Bila kita ingin meningkatkan mutu pendidikan maka banyak  hal yang terkait  seperti sarana dan prasarana  sekolah dan  tenaga pengajar .  Bagaimana mutu pendidikan akan meningkat apabila di suatu sekolah yang hanya memiliki  tenaga pengajar alias guru.cuma ada 1orang  atau 2 orang saja ,  maka bidang terkait di pemerintah daerah bersama  pemerintah pusat harus bertanggung Jawab,”Ucapnya

 

Karena adanya moratorium penerima PNS Khususnya tenaga guru, kecendrungan selama ini Pemerintah Pusat menyelesaikan masalah secara parsial sehingga pemerintah daerah  memiiliki kewenangan  terbatas  untuk mencari tenaga pengajar maupun  melengkapi sarana dan prasarana pendidikan  yang  layak dan pantas.  

Masih kata Kepala Dinas Pendidikan.dan juga ketua PGRI Kabupaten Kubu Raya ini, pihaknya  mengakui seberapapun anggaran yang dialokasikan untuk pendidikan di Kabupaten Kubu Raya Khususnya dan di Kaimantan Barat  pada umumnya tidak akan cukup jika tidak dikontrol,diawasi dan dikelola dengan baik dan benar.

 

Karena itu selain memberikan pembiayaan pendidikan, pemerintah juga perlu mendorong peran swasta lebih besar dalam membangun pendidikan Kalimantan Barat. Baik dalam memberikan beasiswa atau program penguatan soft skill yang dibutuhkan generasi milenial menyongsong persaingan global.

“Banyak yang harus diperhatikan mulai dari optimalisasi laboratorium sekolah, rekreasi pendidikan, hingga penguatan pendidikan karakter anak,” tutur Frans Randus.

“Saya juga tegaskan problem mentalitas pelajar perlu mendapat perhatian dari pemerintah  sebab  berbagai ancaman mulai bermunculan seperti dari pola konsumtip hingga kenakalan remaja semakin kuat. Masih kata Frans Randus di kabupaten Kubu Raya sebelumnya sudah ada kebijakan untuk menggratiskan pakaian seragam sekolah oleh karena nya sejalan dengan janji kampanye gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Barat terpilih ,Sutarmidji -Ria Norsan   maka diharapkan kebijkan  tersebut harus di didukung dan menjadi percontohan  di dunia pendidikan agar dapat diterapkan  di seluruh Kalimantan  Barat   ,”pungkasnya (Ismail)

 

Print Friendly




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply