Mantan Karyawan PKWT & Tenaga Honor PTPN XIII Kebun Ngabang Gelar Aksi Unjuk Rasa

(foto:mantan karyawan yang di PHK melakukan aksi damai di simpang PKS kebun PTPN XIII ngabang)

 

Ngabang,TangkalNews-Forum komunikasi PKWT,Honor,dan KHL PTPN XIII kebun Ngabang, menyatakan sikap menolak atas keputusan Direksi PTPN XIII yang telah memberhentikan status mereka sebagai karyawan  secara sepihak dan mengancam akan mencegat pengiriman TBS milik PTPN XIII yang hendak di olah di pabrik bahkan akan menutup seluruh lahan kebun Inti yang merupakan tanah warisan yang sah dari orang tua mereka dimana saat ini sedang digarap oleh PTPN XIII Ngabang. 

Bahwa mantan karyawan ini sudah cukup lama mengabdi di perusahan milik negara ini, namun mengingat perusahaan PTPN XIII dalam keadaan posisi  kesulitan dalam hal keuangan  yang berakibat perusahan menjadi goyah  maka terpaksa manajemen PTPN XIII mengurangi karyawannya dengan cara memberhantikan tenaga honor,PKWT dan KHL. Bahwa apa yang dilakukan pihak Manajemen direksi PTPN XIII  kalimantan Barat adalah tidak tepat dan salah sasaran sebab penyebab dari Kesulitan keuangan ini adalah pimpinan perusahan  pada BUMN terbesar di Indonesia   baik itu  yang telah pensiun maupun sedang aktip saat ini  karena telah melakukan korupsi dengan memperkaya diri sendiri  secara besar  besaran sehingga karyawan/i Honor,PKWT, KHL  menjadi korbannya yang merupakan ahli waris pemilik tanah untuk lahan kebun Inti PTPN XIII  Ngabang sejak tahun 1980-an  

Oleh sebab itu Menurut ketua aksi,Hendrianus Inggu mengatakan semua karyawan honor kebun Ngabang yang di PHK sebanyak 235 orang adalah  merupakan putra daerah  serta  pemilik  tanah lahan kebun inti  tidak akan terima dengan keputusan Dirut PTPN XIII dan akan menentang terus kebijakan yang di keluarkan oleh pimpinan  manajemen  PTPN XIII. sehingga rencana kegiatan ini akan berlanjut terus selama belum ada keputusan dari Dirut PTPN XIII.

“Bukan kami penyebab terpuruknya PTPN XIII,kami menolak surat edaran Dirut PTPN XIII tentang penghentian kontrak PKWT,Honor dan KHL secara sepihak dan tidak berlaku adil,”ujar Hendrianus Inggu.

Tambahnya lagi,”gaji dan hak-hak kami yang belum dibayarkan agar segera di bayarkan,dan selain itu juga usut tuntas dan proses korupsi di PTPN XIII,dan kami juga siap mengamankan aset PTPN XIII kebun Ngabang ini,”katanya.

Hal senada juga di ungkapkan oleh,Rupinus Samsir (47) asal dusun Jamai desa Amboyo inti kecamatan Ngabang,ia juga mengatakan,dirinya mengabdi di PTPN XIII sebagai tenaga Honor bagian Satpam sudah selama 8 tahun,dan setelah adanya keputusan pemberhentian hak kerja tersebut, pria memiliki anak 3 ini terpaksa mengganggur total.




Menurut manajer kebun ngabang Tenaga Karo karo,ia menjelaskan tuntutan aksi ini akan di bicarakan dengan pihak Dirut PTPN XIII,mengingat segala keputusan tersebut ada di tanganan pimpinan. “Nanti kita bicarakan dengan  Dirut PTPN XIII,pasalnya tuntutan mereka ini sangat krusial,”jelasnya secara singkat.

Dalam aksi damai ini,jajaran aparat kepolisian Polres Landak di perbantukan anggota Satpol PP dan anggota TNI siaga penuh dalam mengamankan aksi selama berlansung.(Sumianto)

Print Friendly




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply