Friday 25th June 2021

Praperadilan di Tolak Hakim,Manajer Kebun PTPN XIII Parindu Nilai Dikriminalisasi.




 

 

(foto:Ir JP Rajagukguk Vs Sutek P.Mulih)

Sanggau.Tangkalnews-Bak pepatah mengatakan,sudah jatuh tertimpa tangga pula,ini lah nasib yang di alami oleh Ir.Jan Purdy Rajagukguk dan Petrus Sujono,pasalnya kini kasus keduanya akan berlanjut ke tahap pengadilan negeri sanggau lagi,padahal kasus pencemaran nama baik/penghinaan tersebut sudah di selesaikan beberapa bulan lalu dengan proses hukum adat kepada Ibrahim Cs,namun sang pelapor Sutek.P.Mulih justru melaporkan lagi ke aparat kepolisian polsek tayan hulu guna di proses hukum positif.

Dalam hal ini Ir.Jan Purdy Rajagukguk dan Petrus Sujono merasa di Kriminalisasi oleh penyidik kepolisian polsek tayan hulu kabupaten sanggau.

Baca juga:Bupati Landak Hadiri Suntik Vaksinasi Covid-19 Tahap II di Sidas

Dan bahkan ia mengajukan proses praperadilan kepada polisi tayan hulu agar majelis hakim Pengadilan Negeri sanggau  mengabulkan gugatan Praperadilan atas perkara yang menjerat dirinya,pasalnya dirinya Dikriminalisasi.

Pihak mereka menyatakan penetapan dirinya sebagai tersangka terkait kasus pencemaran nama baik/penghinaan yang dituduhkan terhadap dirinya telah melanggar hukum dan melanggar hak asasi manusia.

“dasar kami mempraperadilan polisi ini,karena kasus kami ini sudah selesai di hukum adat dan di saksikan oleh perangkat adat dan anggota kepolisian saat itu,namun fakta-fakta kami di persidangan tetkesan di abaikan dan faktaknya pihak pengadilan justru  menolak gugatan kami,”kata JP Rajagukguk.

Baca juga:Pasang Barnner Untuk Penerimaan Anggota Polri

Tambahnya lagi,”Perkara yang telah mendapat sanksi dari hukum adat tidak dapat di hukum lagi menurut hukum positif indonesia,”ungkapnya dengan nada sedih.

Di tempat terpisah di ungkapkan oleh Sutek P Mulih selaku pelapor,dirinya mengungkapkan bahwa kasus dirinyan dengan kedua tersangka belum selesai di ranah hukum adat,sehingga dirinya tetap menaikan kasus ini ke hukum positif.

“dengan saya belum selesai,tapi dengan B.Ibrahim,Suhardiyana,Budi,Nasius R,Togu.M,Sius,S dan A.Adok kasusnya sudah di selesaikan melalui proses hukum adat sebanyak 18 tael,yang di rupiahkan senilai Rp 8.824.000,tapi dengan saya belum clear,makanya saya melaporkan kasus ini ke hukum positif,”ujar sutek.

Jelasnya lagi,”gara-gara dia hubungan saya dengan pak Dirut berantakan lantaran di tuduh hendak mensantet pak Dirut PTPN XIII,dan saya tidak akan menarik laporan ini,bagi saya,siapa yang jual maka saya borong,”paparnya saat di hubungi via telepon seluler.

Dan hal senada juga di jelaskan oleh kapolsek Tayan Hulu AKP Suparjo,SH, M. AP,ia mengatakan kepada tangkalnews,kedua tersangka tersebut benar telah mempraperadilankan anggota penyidik kepolisian polsek tayan hulu,namun pengadilan negeri sanggau telah menolak gugatan mereka,dan ia juga menjelaskan kasusnya saat ini telah di limpahkan ke kejaksaan negeri Sanggau.




“Praperadilan mereka telah di tolak oleh hakim,dan sekarang berkas perkaranya sudah di limpahkan ke kejaksaan negeri sanggau,”jelasnya.(Sumianto)




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply