KPK Menggeledah Kantor Bupati,Rumah Pribadi, & 2 Kantor Dinas Terkait Bupati Bengkayang Terjerat OTT

                                                  Foto : Tim KPK akan menggeledah salah  satu ruangan 




Bengkayang TangkalNews – Ada belasan orang yang menggunakan rompi bertuliskan KPK melakukan penggeledahan di Kantor Bupati  Bengkayang guna  mengembangkan kasus operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, M.Pd dan beberapa nama lainnya. 

Hal itu dilakukan pada Jumat (6/9/2019) oleh anggota  Penyidik KPK ,tampak berhasil diamankan  satu koper besar warna hijau , satu koper ukuran sedang berbentuk box  warna hitam , tiga  kardus ukuran sedang, dan  tas punggung diduga berisi barang barng bukti

Baca Juga :Bupati-bengkayang-alexius-disangkakan-sebagai-penerima-suap-oleh-kpk

Setelah tujuh jam melakukan penggeledahan di Kantor Bupati Bengkayang. Tim Penyidik KPK akhirnya keluar dari ruang kerja Bupati Bengkayang dengan membawa sejumlah barang yang diduga berkas-berkas yang akan dijadikan barang bukti.

Selama penggeledahan tertutup tersebut Tim Penyidik KPK juga memanggil sejumlah orang untuk dimintai keterangan. Usai melakukan penggeledahan, Tim Penyidik KPK meninggalkan Kantor Bupati Bengkayang menggunakan tiga unit mobil Toyota Kijang Innova Reborn, dua warna hitam dan satu warna silver.

Ketika  ditanya media tak satu orangpun dari Tim Penyidik KPK yang mau memberikan komentar terkait apa saja yang mereka bawa usai melakukan penggeledahan selama tujuh jam, mulai pukul 08.00 pagi sampai pukul 15.00 siang, mereka hanya diam dan langsung masuk dalam mobil.

Baca Juga :Bupati-bengkayang-alexius-disangkakan-sebagai-penerima-suap-oleh-kpk

Dari Kantor Bupati, Tim Penyidik KPK melanjutkan penggeledahan ke rumah pribadi Suryadman Gidot di Jalan Langgawi, Kelurahan Sebalo, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang pada pukul 15.30 wib. Sama seperti lokasi sebelumnya, penggeledahan yang dilakukan KPK ke rumah Bupati tersebut juga dilakukan tertutup. Tampak anggota kepolisian dengan senjata lengkap menjaga ketat proses penggeledahan yang dilakukan Tim Penyidik KPK di rumah Bupati.

Oleh karenannya pihak media tidak bisa mengetahui  apa saja yang dibawa oleh Tim Penyidik KPK dari rumah Bupati tersebut

Di sisi lain, Tim Penyidik KPK juga melakukan penggeledahan di Kantor Dinas PUPR, mereka sengaja membagi personil  menjadi dua tim, satu tim di Dinas PUPR dan satu tim di Kantor Bupati. Tim yang melakukan penggeladahan di  Dinas PUPR ,selanjutnya pihaknya  bergeser ke Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk menggeledah ruang kerja Kepala Dinas, Agustinus Yan.

Tim Penyidik KPK di Kantor Dinas PUPR selesai melakukan penggeledahan sekitar pukul 14.00, lebih cepat dari tim yang menggeledah di Kantor Bupati.

Baca Juga :Bupati-bengkayang-tertangkap-kpk-di-mess-pemda

Tim Penyidik KPK yang sedang melakukan penggeledahan di ruang kerja Kepala Dians Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang mengangkut sejumlah berkas ke aula untuk di analisa.

Hal tersebut mereka lakukan guna mempermudah penggeledahan, sebab ruang Kepala Dinas berukuran tidak terlalu besar.

Di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, penggeledahan berlangsung sampai pukul 18.15.

Baca Juga :Suryadman-gidot-mpd-cs-terkena-ott-kpk

Dari ruang kerja Agustinus Yan, Tim Penyidik KPK membawa satu koper warna hijau ukuran besar, satu koper hitam berbentuk box warna hitam ukuran sedang, dan satu kotak kardus ukuran sedang. 

Terkait masalah  OTT yang dialami Agustinus Yan  warga masyarakat  Kabupaten Bengkayang berinisial MB (38 ) kepada media ini masih bingung menerima kabar yang simpang siur  terkait salah satu yang di amankan KPK ,Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan karena   tidak diketahui dimana dan bagaimana statusnya.

Baca Juga :Bupati-bengkayang-resmi-menjadi-tersangka-dalam-ott-kpk

Dlam hal ini dirinya berharap kepada penegak hukum, mulai dari pihak Kepolisian, jaksa KPK dan pengadilan  agar mengusut sampai tuntas kasus OTT yang menjerat orang nomor satu di kabupaten Bengkayang  karena apa yang telah dilakukan beliau tersebut sangat melukai dan mengecewakan hati dan perasaan warga masyarakat yang telah secara suka rela memberikan dukungan kepada beliau sehingga bisa  terpilih sebagai Bupati untuk membangun kabupaten Bengkayang ini.

Baca Juga : Perjalanan-singkat-karir-politik-bupati-bengkayang-hingga-ditangkap-kpk

Warga lainnya  berinisial  Ys (45) dari  Bengkayang kota ,  mendesak agar dalam penegakan  hukum penuh dengan  transparan dan tidak tebang pilih. “Masyarakat luar mungkin saja tidak begitu menanggapi kasus ini, tapi kami di Bengkayang ini heboh, semuanya serba simpang siur, banyak informasi yang sampai ke telinga masyarakat tapi tidak jelas sumbernya, makanya penegak hukum harus transparan lewat berbagai media masa ,”  tambahnya.

Bahwa apa yang di lakukan KPK tersebut sudah sangat tepat melakukan penggeledahan dengan cepat, sebab kata dia, bisa saja para tersangka  menghilangkan alat bukti, meskipun ruangan tersebut di segel dan di jaga ketat.

Baca Juga : Bupati-bengkayang-terkena-ott-kpk-ternyata-memiliki-harta-kekayaan-rp-3-miliar-lebih

Terkait  OTT yang dilakukan  KPK , sehingga menjerat  pejabat daerah Kabupaten Bengkayang agar kasus ini tidak terulang kembali, oleh karena itu dia berharap  agar tidak ada lagi yang coba-coba menerima suap dan melakukan korupsi dengan meminta fee atau bentuk lain  karena semua tindakan yang bertentangan dengan kaidah kaidah dan norma hukum sangat merugikan seluruh warga masyarakat sehinga konsekuensinya adalah penjara dan terhadap para tersangka bisa saja  mengalami penyitaan seluruh harta kekayaan yang dimilikinya (To)

 

 

 

Print Friendly




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply