Gubernur Kalteng ,H. Sugianto Sabran : Kalteng Sudah Siap Menjadi Pusat Ibu Kota Pemerintahan RI

          Foto: Suasana Pertemuan Di Tumbang Anoi ,Kalteng




Tumbang Anoi TangkalNews–  Guna mengenang dan memperingati kembali  sejarah  Perjanjian perdamaian untuk mengahiri aksi serang menyerang antar kampung , antar sungai, mengahiri aksi  kayau mengayau (Head Hunting) alias potong Kepala  dan mengahiri aksi perbudakan yang terjadi sekitar 125 tahun silam.

 Karena terjadinya perjanjian  damai tersebut  terjadi  di desa Tumbang Anoi yang nota bene desa tersebut saat ini berada dalam wilayah  pemerintahan daerah kabupaten  Gunung Mas Jaya provinsi Kalmantan Tengah maka desa Tumbang Anoi Kecamatan Damang Batu Kabupaten Gunung Mas Jaya Provinsi Kalimantan Tengah dijadikan pusat perhelatan kegiatan seminar Internasional serta  dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan Napak Tilas Damai yang berlngsung pada  22 – 24 Juli 2019.

Ketua Panitia penyelenggara kegiatan  Dr. Drs. Dagut H. Djunas, SH., MP. dalam paparannya menyebutkan bahwa tahun 1894 merupakan tonggak sejarah Perjanjian Damai dimana waktu itu, tokoh sentralnya adalah Damang Batu (Nek Marice) yang  dinilai berjasa mampu   merangkul semua bangsa Dayak dari berbagai daerah di pulau  Kalimantan  agar tidak ada lagi saling serang menyerang antar kampung, antar sungai, tidak ada lagi kebiasaan kayau mengayau  dan perbudakan. Kemudian ketua panitia juga menjelaskan bahwa ada tiga agenda besar yang akan dibahas dalam seminar tersebut , diantaranya: Penggagas, Perencana dan Penggalang Dana untuk kemajuan Bangsa Dayak di bumi Kalimantan, Itulah sebabnya  semua  kegiatan tersebut dipasilitasi secara penuh oleh para kepala daerah ditingkat kabupaten  Se-Kalimantan ,pungkasnya. 

Selanjutnya Bupati  kabupaten Gunung Mas  Jaya,  Samaya Monong, SE, M.Si sebagai tuan rumah mengatakan   ucapan selamat datang kepada seluruh peserta, serta terima kasih atas kepercayaan yang diberikan sebagai tuan rumah penyeleggaraan kegiatan kemudian ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah bersedia mendukung keberlangsungan kegiatan ini dan mohon maaf atas kekurangan dan terbatasan layanan yang telah diberikan. 

Dalam  penyelenggaraan kegiatan tersebut turut hadir peserta dari  Perwakilan bangsa Dayak sekalimantan  diantaranya  para pengurus Majelis Adat Dayak Nasional , para Bupati , Wakil bupati, pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) Se-Kalimantan, Perwakilan Dayak Sabah dan Sarawak Malaysia, Brunei Darussalam, para Tokoh Dayak, perwakilan dari berbagai Organisasi Dayak, Organisasi Perempuan Dayak, Organisasi Kepemudaan Dayak, Warga  masyarakat Tumbang Anoi.

 

Sedangkan  Sekjen Majelis Adat Dayak Nasional ,Yakobus Kumis,SH dalam sambutannya mengatakan bahwa ini adalah semangat baru bagi bangsa Dayak dalam membangun dirinya, bersatu, berjuang untuk menciptakan kesejahteraan bangsa Dayak itu sendiri, bangsa Dayak memiliki lebih kurang empat ratus sub suku yang tersebar dari beberapa negara, baik itu di Indonesia, Sarawak Malaysia, Brunai Darussalam, Filipina dan beberapa Negara lainnya.

Jika selama ini bangsa Dayak hidup berdampingan dengan damai dan dengan terselenggaranya kegiatan di Tumbang Anoi ini diharapkan dapat menghasilkan beberapa pokok pikiran yang mampu menyatukan kesamaan persepsi dalam berbagai bidang, terbentuknya pola fikir dari cendikiawan Dayak untuk memajukan SDM dalam menghadapi berbagai tantangan  global dan percaturan dunia, sehingga bangsa Dayak diakui dunia maka kita harus mampu menjadi tuan dirumah di tanah air sendiri, pungkasnya.

Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran, saat membuka kegiatan menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta Seminar Internasional dan Ekspedisi Napak Tilas Damai Tumbang Anoi, berikut laksanakan seminar  yang menghasilkan, apa yang dibahas dan disepakati bersama agar disampaikan ke Presiden RI Ir.H Joko Widodo , kita harus bersatu, bekerja keras untuk membangun diri dan masyarakat pada umumnya.

“Oleh karena itu perlu diingat  kalau Tumbang Anoi wilayahnya harus di jaga dan jadikan hutan adat agar masyarakat setempat bisa menikmati hasilnya kedepan dan Kalteng sudah Siap Menjadi pusat Ibu kota  pemerintahan  ” Jelas Gubernur.

Dipenghujng seminar , Bupati Sanggau Paolus Hadi, S.IP,M.Si bersama Wakil Bupati Sanggau Drs.Yohanes Ontot,M.Si dan rombongan DAD Kab. Sanggau ,Kalbar  berkenan  menyerahkan Cenderamata, Plakat Pemda Sanggau dan Plakat DAD, Miniatur Motor Bandong, Patung Malis dan Pohon Sabang Merah Kepada Ahli Waris Betang Damang Batu Tumbang Anoi (Nek Marice) keturunan ke empat Damang Batu, sembari  mengungkapkan bahwa peserta dari Kabupaten Sanggau-Kalbar menyambut baik terhadap kegiatan ini, bersemangat dan mendukung sehingga peserta utusan yang paling banyak  berasal  dari Kabupaten Sanggau, jelasnya. (Red)

 

Print Friendly




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply