Kejari Pontianak Selidiki Keterlibatan Oknum Bank Kalbar Terkait Dana Bansos Rp.1.2 miliar

 

Pontianak TangkalNews-  Penyelidikan yang dilakukan oleh kejari Pontianak terhadap dugaan Kasus  korupsi penyalahgunaan dana bantuan keuangan alias  bantuan sosial  yang  diperuntukan   untuk dewan pembina Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura  Pontianak saat ini terus menggelinding.  Ternyata bahwa Modus operandi yang diperankan agar dapat berjalan mulus adalah sebagai penerima bantuan sosial bukan atas nama   dewan pembina Fakultas Kedokteran Untan.

Kasus  itu terungkap  ketika  amar putusan MA dalam perkara terpidana yang menjerat  Ir Zulfadhli MM ,maka sesuai dengan perintah pengadilan  uang Rp.1,2 miliar hasil korupsi yang diperoleh terpidana   harus  dikembalikan ke rekening dewan Pembina Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura. Namun saat akan dilakukan transfer, ternyata rekening itu tercatat atas nama pribadi yaitu Indra Saputra yang nota bene adalah Oknum  pejabat Bank Pembangunan Daerah  Kalbar, hal itu dijelaskan   kasi Pidsus  Kejari Pontianak ,Juliantoro. dalam rilisnya  pada Sabtu ( 6/7). Itu artinya  dalam kasus   dana bansos tersebut adanya dugaan kuat  bahwa terdapat  oknum pejabat  Bank Kalbar ikut terlibat dalam kasus korupsi itu. 

Terkait hal itu saat ini sedang dilakukan penyelidikan oleh Kejari Pontianak,  Penyelidikan sendiri sudah dimulai sejak pertengahan bulan lalu dengan memanggil dan berkoordinasi dengan pengurus dewan pembina Fakultas Kedokteran Untan. Dalam hal ini dewan pembina Fakultas Kedokteran Untan termasuk sebagai korban.

“Karena rekeningnya di Bank Kalbar bisa tercatat sebagai milik orang lain atas nama Indra Saputra yang notabene sesuai ketentuan rekening penampung bansos atau bantuan keuangan tadinya tidak boleh atas nama pribadi,” paparnya.

Dalam penyelidikan kasus ini terkendala adanya rahasia bank. Namun, pihak kejari akan menjalin kerja sama degan OJK kantor perwakilan Pontianak untuk mengungkap kasus ini.

“Saat ini Indra Saputra sedang kita telusuri keberadaannya. Karena rekening itu tercatat atas nama orang lain, maka kita tunda untuk pengembaliannya. Penyelidikan yang kami lakukan dimulai memanggil pihak Bank kalbar dalam hal ini mantan Kepala Cabang (Kacab) Utama Bank Kalbar,” jelasnya. Kejari Pontianak berharap Bank Kalbar bisa bekerja sama untuk mengungkap kasus ini.

( Rilis )

 

Print Friendly




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply