Kalbar Akan Memanas Kalau Habib Riziq Syihab Injakkan Kaki Di Kalbar.

Pontianak, Tangkalnews – Sosok fenomenal Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), atau biasa dikenal Habib Rizieq bukanlah sosok yang asing ditelingan masyarakat Indonesia sehingga ketika ada informasi kedatangannya di Kalimantan Barat kembali menuai pro dan kontra dari banyak kalangan tak terkecuali sejumlah tokoh dayak.

Munculnya kabar rencana kedatangnya pada Sabtu 6 Mei 2017 besok di Mempawah, Kalimantan Barat membuat Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) angkat bicara. Cornelis menegaskan, akan berada di barisan paling depan untuk mencegah Habib Riziq Sihab dan Tengku Zulkarnaen datang lagi ke Kalimantan Barat. Cornelis beralasan penolakanya pada pimpinan FPI didasarkan atas beberapa ceramahnya yang diangap lebih banyak mengandung unsur – unsur provokasi serta menebar kebencian. Selain itu juga dari beberapa ceramah  Habib Riziq Sihab juga dianggap telah menghina suku Dayak.

Setelah sebelumnya Tengku Zulkarnaen juga pernah ditolak masyarakat Dayak Sintang di bandara Susilo Sintang Kamis, 12 Januari 2017 yang lalu. Reaksi masyaraka Sintang ini berdasarkan ceramahnya di Riau Oktober 2016 yang lalu.

Informasi yang dierima Tangkanews dari berbagai sumber, pimpinan acara dan panitia menyatakan yang akan hadir ternyata bukan Habib Riziq Syihab, melainkan Shobri Lubis dan Bahtiar Nasir.

Kendati demikian panitia dan pimpinan acara tersebut, tetap waspada dan siap menghadapi suku Dayak jikalau mereka dihadang.

Pada hari Minggu 30 April 2017 pkl.19.30 – 22.00 WIB bertempat di Keraton Kesultanan Kadariyah Pontianak, Jl. Tanjung Raya 1, Kel. Dalam bugis, Kec. Pontianak Timur, Kota Pontianak,  Hadir dalam acara tersebut :

  1. Ketua LPI Kalbar, Syarif Imran Al Habsi
  2. Ketua DPC FPI Sungai Raya, Ahmad Fatih
  3. Wakil ketua LPI Kalbar, Syarif Kurniawan
  4. Pangeran kesultanan Kadriyah, Pangeran Dedi
  5. Ustad Syahrani
  6. Habib Hasan basri
  7. Ketua DPC FPI Sungai ambawang.
  8. Ketua DPC LPI Singkawang, Robi Sanjaya

Pihaknya berencana akan melawan Dayak apabila dari masyarakat Dayak betul – betul akan menghadang kedatangan Ustad Shobri Lubis dan Ustad Bahtiar Nasir. Maka hanya satu kata “Dia jual kami beli ( apa pun yang terjadi akan dilawan)”,  “Ikan bawal jual terong, Dia jual kami borong.” “Menurutnya Sekarang yang menjadikan mereka marah siapa dan memancing mancing mereka marah siapa duluan,” ”kita sudah sabar, tetapi kita terus dipancing biar kita marah,”kata ketua FPI kalbar Inilah inti dari pertemuan panitia penyelenggara kegiatan di mempawah. (Sum)

 

Print Friendly




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply