36 Orang Jadi Tersangka Karena Kebakaran Hutan & Lahan Dikalbar


Pontianak,TangkalNews– Karena  telah tiga hari ini wilayah Kalimantan Barat  diguyur hujan,  jika sebelumnya   titik Api (Hotspot) tersebar dimana maa yang totalnya   ada 129 hot spot, akan tetapi karena begitu huja turun   ternyata  yang terdeteksi  hanya tinggal dua hot spot dan sampai pagi ini zero hot spot di Kalbar.

Meskipun demikian  proses penegakkan Hukum dengan sanksi pidana tetap  dilakukan Polda Kalbar untuk membuat jera pelaku pembakar lahan. “ Jumlah kasus  sampai 30 Agustus 2018  sebanyak 26 Laporan dari Polisi, dengan 36 Tersangka (30 orang laki-laki dan 6 orang perempuan), 16 ditahan, 2 meninggal dunia di TKP terpapar asap dan Api, serta 18 tidak ditahan.

Demikian disampaikan Kapolda  Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono saat menerima asistensi Kalemdikpol Polri Komisaris Jenderal Polisi Drs Unggung Cahyono di aula Tribrata Mapolda Kalbar, Kamis (30/8/2018).

Dijelaskannya, sejak awal  Februari , Polda Kalbar bersinergi dengan seluruh pihak, melakukan kegiatan Preemtif dan Preventif bersama TNI, Instansi terkait dan pihak swasta.  Karena biasanya bulan Juni, Juli dan Agustus ini adalah musim kemarau, makanya kita awali dengan memberikan himbauan, sosialisasi, Focus Grup Discusion, membuat sekat-sekat kanal, membuat embung, membuat sumur, serta membuat latihan penanggulangan karhuta dalam bentuk simulasi dan sampai yang terakhir kita bersama keroyokan melakukan pemadaman titik-titik Api, “kata  Irjen Pol Drs Didi Haryono.

Seperti  yang disampaikan Kapolda Kalbar, Kalemdikpol Komisaris Jenderal Polisi Drs Unggung Cahyono menilai secara umum sudah bagus. “Dari paparan tadi pak Kapolda, pak Karo Ops terkait kegiatan preemtif, preventif dan gakkum yang sudah dilakukan saya rasa sudah bagus, termasuk ada maklumatnya,” ujarnya. Namun pantas di camkan agar para Kasatwil lebih memberdayakan Polsek sebagai basis deteksi dengan mengoptimalkan empat pilar dalam mengelola kamtibmas, yakni mengedepankan para Bhabinkamtibmas yang tersebar di desa-desa begitu juga para Babinsa, Lurah/Kades dan unit Intelejen Pulbaket yang berada di wilayah kecamatan. “mereka berada ditengah masyarakat, yang melaksanakan kegiatan operasional kepolisian, “kata Kalemdikpol Polri Komjen Pol Drs Unggung Cahyono.

Begitu juga dalam menanggulangi Kontijensi, perlu terkonsep dengan baik, apakah kontijensi sosial, apakah bencana alam, apakah itu terorisem sehingga kendali taktis berada di Kapolres dan kendali teknis pada Kapolda dengan harapan kegiatan operasi dapat berjalan dengan baik, begitu juga pertanggungjawaban administrasinya juga harus baik, “kata Kalemdikpol Polri Komjen Pol Drs Unggung Cahyono mengingatkan.

Mengngat saat ini Kalbar sudah tidak ada titik Api, Komjen Pol Drs Unggung Cahyono berpesan kepada para Kapolres agar mempertahankan kondisi seperti ini  (Danil)

Print Friendly




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply