Sikat Uang Pilkada Rp.3M,Mantan Kapolres Sanggau di Tahan di Polda Kalbar.




(Foto:Kapolres Sanggau Ajun Komisaris Besar Rachmat Kurniawan)

SanggauTangkalnews -Belum lama ini kepala Kejaksaan Negeri Sanggau Tengku Firdaus,menjelaskan bahwa mantan kapolres Sanggau Ajun Komisaris Besar Rachmat Kurniawan (RK) saat ini telah di tahan di tahanan Polda kalbar.

Ia menjelaskan,Kejati Kalbar telah melaksanakan tahap dua atau serah terima tanggung jawab terhadap tersangka dan barang bukti atasnama RK dalam perkara tindak pidana korupsi terkait dana pengamanan Pilkada di Sanggau senilai 3 Miliar.

Menurutnya Kasus dugaan korupsi anggaran pengamanan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalbar 2018 yang dialokasikan ke Polres Sanggau terus bergulir. Kasus yang menyeret mantan Kapolres Sanggau berinisial RK ini sudah masuk tahap dua. 

“Iya, hari ini, 22 Oktober 2020 bertempat di Kejati Kalbar yang lalau telah dilaksanakan tahap dua atau serah terima tanggung jawab terhadap tersangka dan barang bukti atasnama RK dalam perkara tindak pidana korupsi terkait dana pengamanan Pilkada di Sanggau,”ujar Kepala Kejaksaan Negeri Sanggau Tengku Firdaus,Senin (26/10/2020).

Dan Tahap dua, dijelaskan dia, dari penyidik di Mabes Polri kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Mengingat locus delicti (tempat kejadian perkara) berada di Kabupaten Sanggau, maka segala administrasi terkait penuntutan perkara dimaksud tercantum dalam register pada Kejari Sanggau.

Tengku menyebut sudah menerbitkan Surat Perintah Penunjukkan Jaksa Penuntut Umum (P.16A) berjumlah 19 orang. Terdiri dari jaksa pada Kejari Sanggau, Kejati Kalbar dan Kejagung RI sebanyak 17 orang.

“Berdasarkan audit yang dilakukan oleh ahli, jumlah kerugian negara yang ditimbulkan akibat perbuatan RK adalah senilai Rp3 miliar. Ada sedikitnya 113 saksi diperiksa dalam berkas perkara ini,” ungkapnya. 

Tengku juga mengungkapkan bahwa tersangka RK dilakukan penahanan dan dititipkan di Tahanan Polda Kalbar untuk dua puluh hari ke depan sampai dengan perkara tersebut dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Pontianak. “Dan tersangka juga sudah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp1 miliar,” pungkasnya. (Sumianto)




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply