Sempel Warga Dusun Sungai Ima, Desa Sotok, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau Perlu Uluran Tangan Dinas Terkait Pemda Sanggau




Sekayam TangkalNews  – Miris sekali melihat kehidupan seorang nenek bernama Sempel  ( 76) hidup sebatang kara  warga  Dusun Sungai Ima, Desa Sotok, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Nenek renta tersebut harus  berjuang seorang diri di sebuah gubuk reot dan  kumuh belum lagi jika hujan datang harus berjuang melawan hawa sejuk.

Yang nampak hanya  selembar tikar lusuh sebagai alas tidur memenuhi gubuk  berukuran 3×3 meter itupun kondisinya saat ini  hampir roboh. Rupanya penderitaan si Nenek  renta ini tidak hanya sampai disini ,akan tetapi lebih parah lagi dimana kesehatannya semakin memburuk lantaran saat ini sedang menderia penyakit katarak akibat hal itu  mata nya tidak bisa melihat sama sekali dan bengkak bengkak diseluruh tubuhnya karena diduga menderita gangguan Liver  sehingga sempel hanya mampu beringsut  diantara lubang-lubang lantai kayu yang lapuk.

Ketika memasuki gubuk, bau kotoran dan sampah langsung menyambut siapa saja yang datang. Gubuk yang ditingggali sejak beberapa tahun terakhir itu juga menjadi tempat Sempel ‘buang hajat’ saat kebelet.

Keberadaan Sempel mulai diketahui publik sejak bidan desa bernama Yuyun bersama suaminya melakukan pendataan warga kurang mampu di Dusun Sungai Ima. Potret pilu kehidupan Sempel itu kemudian diunggah ke media sosial oleh suami Yuyun hingga viral 

Kehidupan Sempel lantas menggugah rasa kemanusiaan Satgas Pamtas Yonif Raider 641/Bru. Tim kesehatan Satgas Yonif Raider 61/Bru bergerak cepat menyambangi gubuk Sempel di Dusun Sungai Ima.

“Kami sudah tawarkan pengobatan untuk nenek. Awalnya beliau menolak, tapi setelah kami yakinkan akhirnya beliau mau. Nenek Sempel sesegera mungkin kami bawa ke kota untuk pengobatannya. Kami sudah siapkan fasilitas pengobatan mata untuk nenek,” ujar Komandan Satgas Yonif Raider 641/Bru, Letkol Inf Kukuh Suharwiyono, Jumat (29/11/2019).

Kukuh menuturkan, kondisi kesehatan dan tempat tinggal Sempel memang sangat memprihatinkan.

“Beliau mandi di situ, makan di situ, masak juga di situ. Makan kadang hanya dengan nasi dan garam, kalau tidak ada makanan, menunggu pemberian dari kerabat di sekitar gubuk,” jelasnya.

Tak hanya itu, nantinya terhadap Sempel akan dilakukan pendataan terkait keberadaannya di gubuk tersebut.

Sementara itu, Dokter Satgas Pamtas Raider 641/Bru Lettu CKM Suhemi menjelaskan, Sempel menderita penyakit kronis yang disebabkan tidak higienisnya sanitasi di gubuk tersebut. Selain itu, dari diagnosa sementara diduga Sempel menderita gangguan fungsi ginjal.

“Dari ciri fisiknya, ada tanda-tanda ginjalnya bermasalah. Yang sesegera mungkin harus dilakukan yaitu mengevakuasi nenek ini ke tempat yang lebih terawat kebersihannya, sambil diobati penyakitnya. Setelah semuanya stabil, baru dilakukan operasi kataraknya,” tutur Suhemi. (Red)

 

Print Friendly




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply