Pelajar SMP Sebelum Dibunuh , Diperkosa Terlebih Dahulu Oleh Ayah Tirinya


Tayan Hulu,Tangkalnews–Sedikitpun tidak  menduga  sama sekali jika  di lahan ladang milik  seorang warga Paruan Dalam berinisial JS yang berada persis  di belakang bangunan gedung SMPN 05 Paruan Dalam kecamatan Tayan Hulu kabupaten Sanggau,Kalbar akan ditemui  kejadin yang sangat memilukan  dan menggegerkan  mengingat telah  ditemukan  sesosok  manusia telah menjadi  Mayat  yang meninggal karena tidak wajar.

Pagi itu  Selasa (30/4/2019)  pukul 10.30 Wib , begitu JS tiba dilahan ladang milknya tiba tiba dirinya   mencium  aroma busuk   yang menyengat  bersumber dari arah yang belum  jelas ,  akan tetapi setelah ditelusurinya dengan seksama  tiba tiba langkah nya terhenti ketika pandangannya  terpusat  disalah satu gundukan tanah dimana galiannya   masih  basah dan terlihat baru sehingga begitu dihampirinya tiba tiba saja  terlihat  ujung kaki  mirip kaki  manusia menjulur kepermukaan .  Terhadap  apa yang telah  dilihat JS tersebut langsung saja  di beritahukan kepada  warga  sekitar serta dilanjutkan  dengan dilaporkannya  ke kantor Polisi sektor  Tayan Hulu. Terkait hal itu  anggota Kepolisian sektor bersama anggota Koramil Tayan Hulu segera  menuju tempat kejadian perkara. Setibanya di TKP anggota aparat yang dibantu warga masyarakat Paruan Dalam langsung melakukan indentifikasi  terhadap  sesosok mayat tersebut.

    Foto  : Jasad Korban Saat di Evakuasi 




Berselang beberapa saat  kemudian tiba tiba saja ada  warga  yang mengenali wajah si korban kendati sudah mulai sulit dikenali karena kondisi wajah  korban sudah   mulai rusak  yakni pihak keluarga.  Dimana pihak keluarga mengatakan  kalau anggota keluarganya tersebut berinisial  AT (16) berangkat kesekolah namun  sudah  3  hari tidak  pulang  kerumah   sejak  Sabtu  27 April 2019.   

Atas kematian yang tidak wajar  yang dialami korban  maka  anggota Polsek Tayan Hulu dibantu anggota  Polres Sanggau langsung melakukan olah TKP , mengumpulkan barang bukti  serta mengambil  keterangan  dari para saksi saksi  dari yang pertama menemukan jasad korban di TKP, tetangga , Para teman sekolah korban, dari pihak sekolah ,keluarga ,serta orang tua  korban  

Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensip  beberapa jam kemudian alias kurang dari  24 jam, Jajaran Kepolisian Resort Sanggau akhirnya berhasil Mengungkap pelaku keji  tersebut  yang tidak lain adalah  ayah tiri  korban bernama RW

Berikut ini kronologis   kematian Korban (AT) siswi SMP desa Paruan Dalam kecamatan Tayan Hulu kabupaten Sanggau Kalbar sebelum  di habisi nyawa nya oleh ayah tirinya berinisial RW. Ketika perjalanan pulang sekolah Sabtu pada  (27/4)  merupakan  saat ajal  tiba bagi korban , bahwa korban di antar dan dijemput sekolah  seperti biasa  oleh pelaku (RW).  Dengan tidak berprasangka buruk sama sekali  korban  mengikuti saja semua kemauan  RW termasuk  mengikuti ajakan pelaku    menuju  ke lokasi berbatuan agak jauh  dari permukman  penduduk  untuk melakukan persetubuhan badan. Karena sebelumnya   juga sudah pernah  dilakukan  persetubuhan , dimana dua kali dilakukan di rumah pada tahun 2018 silam dan sekali dilakukan di TKP.Seusai dilakukan persetubuhan di TKP pada (27/4) maka terjadilah  pertengkaran antara korban dan pelaku  lantaran  korban merasa masa depanya sudah rusak alias tidak ada lagi yang bisa  dibanggakan sehingga korban menuntut  bagaimana pertanggungjawaban pelaku terhadap korban.  Ketika mendengar ucapan korban tersebut  pelaku langsung gelap mata sehingga korban  didorong dan jatuh ke parit dan langsung melakukan penyekikan sambil memukulkan batu dan kayu  ke bagian kepala dan wajah korban  hingga  tak bernyawa . Ketika korban telah dinyatakan tewas maka pelaku menggali   tanah dengan kayu untuk menguburkan jasad korban.

Ketika jasad korban usai dikuburkan  pelaku langsung pulang kerumah dengan berpura pura  kepada istrinya kalau tidak tahu menahu mengapa  anak tirinya tidak pulang pulang  dari sekolah.   

Perbuatan keji  RW  berhasil dibongkar jajaran Polres  sanggau hal itu di jelaskan  Kapolres Sanggau, AKBP Imam Riyadi didampingi Kasat Reskrim Polres Sanggau, AKP Haryanto, Tim Dokter Forensik Polda Kalbar, dr Monang Siahaan saat  menggelar press release terkait pengungkapan kasus pembunuhan diwilayah  Polres Sanggau, Rabu (1/5/2019). Lebih lanjut Kapolres Sanggau AKBP Imam Riyadi mengatakan diketahuinya adanya ada jasad korban pembunuhan keji tersebut awalnya diketahui  warga dusun Paruan Dalam kecamatan Tayan Hulu, berinisial JR ketika secara kebetulan yang bersangkutan ketika berada  areal ladang nya tiba tiba  mencium bau busuk yang menyengat. “Setelah dicari ternyata di situ melihat kaki manusia yang sudah tertimbun tanah. Kemudian saksi menginformasikan kejadian itu ke anggota  Polsek Tayan Hulu

Kemudian, tim dari Polres Sanggau dan Polsek  Taya Hulu mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengindentifikasi dan mengumpulkan barang bukti dan informasi yang ada.

“Sehingga di TKP juga kita amankan beberapa barang bukti, berupa kayu, batu dan juga seragam pramuka  korban. Setelah di identifikasi dan mencari keterangan, mayat yang sudah tertimbun ternyata berinisial AT yang sudah tiga hari tidak pulang ke rumah,” ujarnya.

Terkait  pasal pasal yang bisa menjerat pelaku, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup,  serta  UU Perlingungan Anak. Tentunya ini menjadi efek jera dan pelajaran bagi kita. Pihak korban juga rela untuk diautopsi untuk mengungkap kasus ini. Hal ini tentu membuktikan adanya  pemahaman bagi masyarakat dalam penyidikan  suatu kasus  perlu sekali dibuktikan secara ilmiah. Sehingga dokter dari forensik memberikan bantuan dalam penyidikan,”  Pungkasnya (To)

 

Print Friendly




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply