Tuesday 28th September 2021

5 Tersangka Korupsi Untuk Replanting Kebun PTPN XIII Kembayan Dua, Sudah Dimasukan Dalam Bui Oleh Kejati Kalbar




Sanggau ,TangkalNews– Setelah sempat tenggelam beberapa tahun ,akhirnya Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat berhasil juga memburu para tersangka koruptor dengan dugaan korupsi anggaran proyek replanting kebun Kelapa Sawit kebun inti PTPN XIII Kembayan 2 kabupaten Sanggau  Kalbar, tahun anggaran  2012  sampai dengan  2014. Dari hasil pengungkapan tersebut telah ditetapkan dan diciduk 5(lima)  orang  sebagai tersangka.

Baca Juga:Tersangka Pengedar Narkoba Telah Ditahan Dalam Hotel Prodeo Landak

Dari ke-lima orang tersebut masing masing berinisial SDS selaku mantan General Manager PTPN XIII Distrik Kalbar 1, kemudian FH selaku karyawan (manajer) PTPN XIII, HL selaku direktur di CV Sidi-Sidi, AB selaku pekerja dan MS selaku karyawan perusahan.

Dari hasil pengungkapan tersebut Tim penyidik Kejati Kalbar, dalam upaya penegakan hukum setelah melakukan serangkaian tindakan penyelidikan hingga ke penyidikan yang cukup menyita waktu lama,  setelah mengumpulkan 2 alat bukti yang cukup ,sehingga  melakukan penahanan terhadap 5 tersangka,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar Masyhudi  Rabu (3/3/2021).

Baca juga:Pejabat Bisa Diancam Hukuman Mati Jika Mengkorupsi Dana Bencana

Lebih lanjut diterangkan Kajati , modus yang dilakukan ke lima tersangka untuk melakukan korupsinya, dengan cara menandatangani dokumen pencairan pembayaran kegiatan padahal proses penanaman belum selesai  dilakukan sama sekali.

Kemudian berdasarkan berita acara penutupan pekerjaan pada 31 Desember 2012, dilaporkan penanaman sudah selesai dikerjakan seluas 1.150 hektar atau 100 persen.

“Padahal pekerjaan penanaman belum selesai dikerjakan 100 persen. Yakni yang belum ditanam seluas 300 hektar,” ujar  Kajati

Baca Juga:Kasi Pidsus Sanggau Hadiri Seminar Pencegahan Korupsi dan Bimtek Kepada Jurnalis dan LSM Sekalbar.

Akibat perbuatan para tersangka, lanjut Masyhudi, telah terjadi kerugian terhadap keuangan negara sebesar Rp. 854 juta.

Dijelaskan, kerugian keuangan negara tersebut dihitung dari selisih pekerjaan yang belum ditanam.

Disamping itu adanya juga penggunaan bibit Kelapa Sawit  yang tidak sesuai dengan kualitas bibit yang dipersyaratkan untuk di tanam, alias kulitas bibit Kelapa Sawit sangat buruk

“Total uang yang sudah ditransfer dari Kantor PTPN XIII di Kembayan, Sanggau, kepada tiga rekanan atau pelaksana untuk pekerjaan penanaman seluas 1.150 hektar sebesar Rp 1,4 miliar,” ucap Masyhudi.

Baca Juga:Bupati Landak Akan Melakukan Pelimpahan Sebagian Kewenangan Kepada Camat Di Bidang Administrasi Kependudukan, Pendanaan & Standard Operating Procedure

Menurut dia, tindakan hukum ini bukan masalah nilai kerugiannya tapi harus dipandang dampak bagi masyarakat luas yang dirugikan.




“Untuk itu kami berupaya untuk mengingatkan dan memperbaiki sistem agar pelaku tidak mengulangi perbuatannya,” ucap Masyhudi..

Dijelaskan, kerugian keuangan negara tersebut dihitung dari selisih pekerjaan yang belum ditanam.(Sumianto)

 

 




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply