Sengketa Kepemilikan Tanah Diselesaikan Lewat Prosesi Adat Bajanyi

Serimbu TangkalNews– Untuk  menyelesaian perkara  hak kepemilikian atas   tanah sawah yang merupakan hak warisan dari orang tua sehingga belum terdaptar di Kantor  ATR /BPN kabupaten Landak  alias tanah  tidak  memiliki sertifikat.

Akibat hal itu penyelesaian sengketa melalui jalur hukum  positip  menjadi tidak menemui titik temu alias buntu. Hal itulah  yang dialami kedua belah pihak warga antara Kaling dan Yohanes/Otoh dari kampung  Ngapit Kiri Dusun sekendal Desa Sekendal Kecamatan Air Besar kabupaten Landak Kalimantan Barat.

Dimana keduanya  sama sama tidak mau mengalah  karena sama sama merasa berhak atas tanah sawah tersebut, hal itu kedua belah pihak katakan  didepan pengurus Adat  kampung, dan  Temenggung Desa Sekendal Udek Niko yang disaksikan Camat, Toko masyarakat , kedua belah pihak ahli waris, Kapolsek Air Besar bersama anggota

Karena berbagai cara mediasi telah dilakukan  namun belum ada keputusan maka , solusi terakhir yang disepakati adalah Uji ketahanan menyelam di dalam air yang dikenal dengan Bajanyi yang artinya  kedua belah pihak  diadu agar menyelam didalam air secara bersamaan , selanjutnya  barang siapa kedua belah pihak  cepat berhenti  menyelam maka orang tersebut dinyatakan kalah. 

Untuk memulai prosesi adat adu ketahanan  menyelam sebelumnya di persiapkan kelengkapan berbagai persembahan peraga adat istiadat , kemudian peraga adat dipersembahkan atau dipamangkan ke Jubata (Tuhan yang Maha Esa) untuk  mengiringi kedua belah pihak yang akan  menyelam bersama. 

Dengan  telah dilakukan nya prosesi Adat  Bajanyi alias adu   selam Air, yang dimenangkan oleh Yohanes alias Otoh, itu merupakan kesimpulan dari sengketa serta  merupakan  hasil keputusan terakhir. Diharapkan  agar kedua belah pihak merasa  puas sebab telah di sepakati dari awal. Dalam Prosesi Adat Bajanyi tersebut  telah disaksikan langsung  oleh  masyarakat bersama Camat , Temenggung Dait Hulu dan Kapolsek Air Besar pada (27/11/2019)

Camat Air Besar F. Hery Sarkinom mengatakan agar kedua belah pihak bisa menerima dan tidak bersengketa lagi dan menerima hasil kesepakatan yang sudah di sepakati bersama.

Sementara itu Kapolsek Air Besar IPTU R.Doloksaribu menekankan agar ke- 2 belah  pihak  bisa menahan diri apalagi masih ada kaitan keluarga agar masalah ini tidak berlarut  larut dan tidak merembet ke hal lain.  Lebih lanjut Doloksaribu mengingatkan untuk menghindari kejadian serupa  terulang kembali  maka diharapkan kepada pemilik tanah  agar segera mengurus  surat menyurat kepemilikan tanah nya masing masing (To).  

Print Friendly




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply