RK & Kawan Kawan Ditetapkan Sebagai Persakitan Oleh Polres Landak,Terkait Dugaan Korupsi

  Foto : Iptu Idris Bakara,S.IK

 

Landak TangkalNews- Setelah  melalui proses panjang akhirnya Kamis (22/8/2019) seorang kontrakor yang berinisial RK (33) berasal dari Ngabang kecamatan Ngabang kabupaten Landak, ditetapkan oleh Polres Landak sebagai tersangka dalam  kasus dugaan korupsi pekerjaan proyek Rehabilitasi Sarana Irigasi di desa Sampuro, Kecamatam Mempawah Hulu kabupaten Landak untuk  tahun anggaran 2014  

Penetapan RK Cs  sebagai tersangka , berdasarkan keterangan saksi saksi , serta  diperolehnya alat bukti yang cukup ungkap Kapolres Landak ,melalui Kasat Reskrim, Iptu Idris Bakara. Meskipun demikian pihaknya tidak   melakukan penahanan terhadap tersangka karena yang bersangkutan selama ini menunjukan sikap yang kooperatif  kepada penyidik

Baca Juga : Pelaku-korupsi-add-tahun-2017-di-kabupaten-landak-segera-akan-ditetapkan

Lebih lanjut dijelaskan Iptu Idris Bakara bahwa  pihaknya tinggal menunggu tahap 2,untuk   diserahkan ke Kejaksaan. 

Bukan hanya  RK yang berstatus sebagai tersangka , Dalam  kasus dugaan korupsi pekerjaan proyek Rehabilitasi Sarana Irigasi di desa Sampuro, Kecamatam Mempawah Hulu kabupaten Landak untuk  tahun anggaran 2014, berdasarkan hasil gelar perkara di Polda Kalbar beberapa waktu lalu ternyata masih ada terlibat  tersangka lain, yakni inisial OY selaku PPK (kini sudah almarhum), dan pemilik CV  R inisial RY sebagai  pemenang lelang, sedangkan RK berperan sebagai penerima Sub proyek dari RYA.

Baca Juga : Zulfadli-terpidana-kasus-korupsi-uang-bansos-di-kalbar-ditangkap-kajari-pontianak

Bahwa dalam kasus pekerjaan proyek Rehabilitasi Sarana Irigasi  tersebut , menyebabkan  kerugian negara Rp 261 juta dan telah dikembalikan oleh RK ke kas daerah. Tetapi mengingat kasusnya  sudah berada dalam tahap penyididkan maka kasusnya tetap berlanjurt ,” ungkap  Kasat.

Ditegaskan  Kasat reskrim , pihaknya tetap mengacu kepada pasal 4. Bahwa meskipun telah mengembalikan kerugian keuangan Negara,  berdasarkan hasil  keterangan saksi ahli   tidak akan menggugurkan alias  menghapus  kasus suatu perbuatan tindak pidana.

Baca Juga : Mantan-kades-bersama-tpk-diduga-korupsi-add-tahun-2008-sd-2014

Untuk modusnya, RK memesan melalui staf CV R milik RYA untuk memenangkan lelang pekerjaan. Dengan memasukkan perusahaan-perusahaan yang bisa dikendalikan oleh staf CV R, kemudian adminitrasinya diurus oleh staf CV R. Setelah dinyatakan menang, oleh RK langsung mengambil alih pekerjaan. “Jadi disubkontrakkan seluruh pekerjaan utama itu. Karena yang boleh disubkontrakkan adalah pekerjaan primer,” tambahnya.

Baca Juga :Pimpinan-bank-kalbar-terlibat-korupsi-dana-bansos-fk-untan

Kasat menambahkan, pengakuan dari RK sendiri pun memang mendapatkan keuntungan dari pekerjaan itu sekitar Rp 168 jutaan.” maka kita dakwakan  Pasal 2, pasal 4, dan pasal 5 ayat 1 undang-undang Tipikor, ancaman hukuman 4 sampai 12 tahun,” tutup Idris Bakara

Sumber : Humas  

Edit: Oleh TangkalNews.com 

 
Print Friendly




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply