Oknum Kepala Sekolah Dasar Ditangkap Polisi Karena Mencabuli Murid Muridnya




(foto :pelaku  pencabulan murid SD di mintai keterangan)

 

Landak.TangkalNews -Dunia Pendidikan  kembali tercoreng,kali ini terjadi diwilayah kecamatan Sengah Temila  kabupaten Landak provinsi  Kalbar. Perbuatan tak senonoh yang dilakukan oleh Oknum kepala sekolah  berinisiaI Is (55) terhadap ke 11 orang muridnya.

Terkait hal itu Kepala Bidang  Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  kabupaten Landak , Buyung menjelaskan  bahwa pihaknya  sangat prihatin atas kejadian tersebut , sebab perbuatan bejat sang oknum sangat mencidrai dan memalukan  dunia pendidikan oleh karenanya  , Dinas Pendidikan Kabupaten Landak tidak akan memberi ampun sedikitpun sehingga  kepada pelaku diambil  tindakan tegas berupa pemecatan sebagai kepala sekolah.

 

Dijelaskan Buyung, untuk mengisi posisi jabatan Kepala Sekolah digantikan oleh guru yang mengajar di situ.”Iya diganti guru di situ juga ,” terangnya.

Lebih lanjut dijelaskan  Buyung  bahwa pelaku IS merupakan guru pindahan dari daerah kabupaten Kapuas Hulu  ” Kira kira baru dua tahun ini IS bertugas di Landak. Makanya saya heran kenapa seorang  guru kayak begitu bisa jadi kepala sekolah ,” terangnya.

Padahal pada saat bertugas di Kapuas Hulu Is telah memiliki kasus  persis mirip  dengan saat ini , itulah sebabnya IS dipindahkan dari Kapuas Hulu  karena  gara gara berkasus ,” tutupnya.

 Seperti diungkapkan  Kapolres Landak AKBP Ade Kuncoro Ridwan didampingi Kasat Reskrim IPTU Idris B ,Sik dalam press release, Rabu (16/10) memaparkan,  telah terjadi kasus pencabulan anak dibawah umur yang dilakukan Oknum kepala sekolah dimana kasus memalukan tersebut terungkap pada 6 September 2019 pukul 15.00 Wib setelah orang tua murid mendengar cerita dari anaknya.

Ia menjelaskan,seorang oknum kepala sekolah dasar, IS (55) di salah satu desa di Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak mencabuli 11 murid laki-lakinya sendiri dan baru terungkap pada September 2019.

Dan menurut keterangan saksi, korban telah disuruh mengulum alat Vital (Kemaluan)  Pelaku di ruang kerjanya. Korban  diancam tidak diberikan ijasah jika tidak menuruti perintah Oknum kepala sekolah tersebut

“Sehingga korban bersedia melakukan nya dan alat kelamin korban juga dikulum oleh Oknumn Kepala Sekolah alias terlapor kejadian tersebut lebih dari satu kali dan sering dilakukan oleh terlapor terhadap korban,”terang Kapolres.

Kasat Reskrim IPTU Idris B, Sik  menambahkan, aksi pencabulan sudah dilakukan pelaku sejak  beberapa  tahun yang lalu dengan korban yang berganti ganti bahkan korban nya saat ini sudah ada yang duduk di bangku SMP. “Pelaku IS sudah ditetapkan tersangka dan masih proses sidik dan menunggu hasil psikiater,”kata Kasat Reskrim. Adapun pasal yang disangkakan Pasal 82 ayat (1) dan (2) UU RI no 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, “ungkapnya (Sumianto)

 

 

 

 

 

 

 

.

 

 

Print Friendly




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply