Modus Penipuan Lewat Pacebook Mengaku Pejabat Kian Meresahkan.




Landak, Tangkalnws – Hati-hati banyak modus penipuan saat ini melaui facebook,Maka dari itu hendaknya kita harus waspada dan selalu mengkonfirmasi kejadian dengan keluarga atau sahabat yang lebih memahami masalah itu.

Modus yang sekarang mulai ngetrend salah satunya adalah,mereka ini meminta tolong dan menanyai saldo di ATM kita,dan caranya cukup gampang,”posisi dimana,bisa minta tolong kah,Masih ada kah saldo di ATM anda”.demikian permintaan pelaku kejahatan tersebut.

Dan penipu ini juga berjanji akan mengganti uang kita sebanyak Rp 1 juta apa bila kita telah mentransferkan uang Rp 850 ribu.dan selanjutnya ia megirimkan no rekening pribadinya agar kita bisa mentaransfer uang kita.

Belum lama ini wartawan Tangkalnews mendapat Messenger dari seseorang yang fotonya dan namanya adalah oknum kades yang berada di kabupaten landak,namun ia tidak gampang terkecoh dan langsung memblokir facebook tersebut.

“saya kenal oknum kades ini,namanya maupun foto dirinya dan foto istrinya di pampang di pacebook tersebut,sehingga saya ambil langkah langsung memblokir Facebooknya,karena saya yakin nama pak kades tersebut di catut oleh orang yang tidak bertanggung jawab,”katanya.

Hal serupa juga di katakan Agustina rini dan Mega,mereka megalami hal yang sam,fotonya dan namanya pun di catut juga,mereka melakukan permintaan yang tidak etis juga.

“nama saya dan foto saya di catut oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,maka dari itu saya menghimbau jikalau ada orang yang mengatasnamakan pejabat atau instansi terkait,hendaknya jangan mudah percaya,”papar agustina rini.

Sekarang ini juga ada modus telepon atau SMS dari seseorang yang mengaku dari bank tertentu yang menginformasikan anda mendapatkan hadiah,hal tersebut jangan di percaya.

Dan selain itu juga ada Sindikat penipuan dengan kedok menitipkan dana bisa beredar lewat SMS, facebook, hingga email. Bentuknya, pengirim akan mengaku sebagai seseorang yang butuh pertolongan. Ia bisa mengaku janda yang memiliki warisan dari suaminya yang berasal dari sebuah negara di luar Indonesia, namun pembagian warisan itu bermasalah dengan keluarga suami. 

Maka ia berniat menitipkan dana itu lewat rekening orang Indonesia. Dan “penipu” itu menunjuk anda sebagai penerima titipan dana. Tentu saja dengan iming-iming imbalan uang jasa yang besarnya ratusan juta hingga miliaran rupiah.Hal tersebut tidak lah benar.(Sumianto)

 




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply