Meri Andani Diduga Korban Human Trafficking Keluar Negri

 Foto: Bupati Landak ,dr.Karolin Margret Natasa bersama  Korban 

Ngabang TangkalNews – Karena tergiur dengan  janji bohong  dari para calo penyalur tenaga kerja keluar negeri ,adanya  pekerjaan yang enak, gaji yang sangat besar, keamanan dan kepastian hukum yang sah . Atas alasan  itulah  yang dapat mendorong semangat  para pencari kerja wanita      meskipun masih dibawah umur  hingga pencari kerja dewasa berlomba lomba keluar negeri menjadi TKW  meskipun bekerja secara Ilegal alias tanpa dokumen resmi.

 Ketika berada ditempat  majikan tiba tiba menghadapi  masalah serius lantaran pekerjaan yang dijanjikan oleh   Calo  ternyata tidak sesuai apa yang sudah dijanjikan sebelumnya. Bukan sesuatu yang rahasia  para nasip TKW Ilegal yang berada diluar negeri sering menghadapi perlakuan  buruk dari para agen maupun majikan. Seperti  halnya peristiwa yang menimpa  seorang TKW dari daerah  kabupaten Landak Kalimantan Barat bernama Meri Andani ,hal itu terungkap setelah korban memviralkan  permasalahan  yang menimpa dirinya lewat media sosial “Fb”.dimana korban mengaku telah menjadi korban Human trafficking. Terkait masalah tersebut,  membuat geger seluruh masyarakat dunia maya akibatnya Bupati Landak Kalimantan Barat  dr. Karolin Margret Natasa harus angkat bicara karena mantan anggota DPR RI 2 periode tersebut merasa terenyuh dan terpanggil mendengar kisah apa yang telah dialami  rakyatnya sembari mendatangi korban dirumah tempat tinggalnya.

Korban Lapor Ke Polres Landak Didampingi Pengacara

Setelah Bupati Landak dr.Karolin Margret Natasa melakukan pertemuan dengan korban ,untuk selanjutnya  bupati Landak menunjuk pengacara Pemda Landak, Henokh Lafu,SH   untuk  memberikan  bantuan hukum terhadap korban kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) agar  mendampingi Meri Andani.

“Kita akan kawal proses hukumnya dengan memberikan pendampingan langsung dengan melibatkan pengacara dari Pemda,” ujar Bupati Landak. 

Dengan adanya salah satu bukti yang dialami warga Landak tersebut dr. Karolin Margret Natasa   berharap kepada seluruh masyarakat untuk tidak dengan mudah tergiur akan iming-iming yang ditawarkan oleh calo TKI Ilegal  

 “Kasus TPPO ini sudah kita adukan di Polres Landak pada hari selasa 14 Mei 2019  nanti nomor aduannya akan disesuaikan dengan STPP (Surat Tanda Penerimaan Pengaduan) dengan nomor registernya : STPP/63/V/2019/Reskrim yang dikeluarkan oleh Reskrim Polres Landak, selanjutnya kita tinggal tunggu prosesnya dari tim penyidik Polres Landak ,” jelas Henokh. 

Saat melakukan  pelaporan turut hadir mendampingi  Meri Andani (Korban)  3 orang tim dari DPC Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Mempawah beserta ketua DPC, Mahadir. “Saat kami menangani kasus Meri Andani,  kami juga sedang memproses kasus serupa yang menimpa warga kita namun masih tahap koordinasi dengan KBRI setempat,” papar Mahadir. 

Kami selaku serikat buruh berharap kepada para petugas  terkait saat memberikan pelayanan  agar saat  penerbitan  dokumen warga hendaknya berhati hati , dan teliti  menerbitkan   dokumen  pendukung. Sebab jika langkah-langkah pencegahan dimulai dari dokumen yang jelas dan legal secara hukum dan tidak melayani Pengurusan dokumen lewat Calo maka kejadian seperti ini akan jarang terjadi,” jelas Mahadir  (To)

 

Print Friendly




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply