Karena Menghina Tradisi Adat Istiadat “Balala” , Warga Agak Bakal Diproses Secara Hukum




 




                                                                      (Foto: Kapolsek Mandor Sedang Mediasi Kasus Penghinaan )

Mandor TangkalNews-Seorang warga  bernama Nasuri Adam dilaporkan sebagai  pemilik akun,   ke pengurus  Adat dengan tuduhan penghinaan terhadap tradisi  adat istiadat suatu   etnis terbesar yang mendiami pulau Kalimantan ,yang ada dikabupaten Landak.

Penghinaan tersebut diviralkan oleh yang bersangkutan   melalui akun pribadinya terkait  dilaksanakannya Prosesi Adat Berpantang alias Balala yang dilaksanakan pada 23 Maret 2020 lalu untuk menangkal  sedang mewabahnya Virus Corona -19 yang saat ini sedang mewabah di  Indonesia khususnya  serta  di beberapa belahan  dunia pada umumnya.

Melalui  akun  FB nya,  warga yang berasal dari  Dusun Agak Hilir  tersebut  memposting nya hingga viral  melalui  tulisan  yang sangat  menyinggung tradisi  Etnis  Dayak dibidang prosesi Berpantang alias Balala.

Adapun kalimat kalimat yang sempat viral tersebut berikutnya cuplikan nya ,” Masih ada kita Dayak yang percaya kepada ritual Animisme meminta pertolongan kepada Batu Keramat, Ka’Panyugu, Ka’Kadiaman padahal ada Tuhan Yang Maha Kuasa yaitu Tuhan Yesus yang bisa menolong,melindungi,dan menyelamatkan dari segala virus apapun,”tulisnya di akun Facebook Pribadinya.

Menyikapi postingan di  facebook atas nama Nasuri Adam, warga masyarakat suku Dayak kabupaten Landak meradang dan meminta agar Nasuri Adam segera di tiindak tegas oleh tokoh Adat di kecamatan Mandor agar mempertanggung jawabkan perbuatannya dihadapan Pengurus Adat Dayak, pasalnya telah melakukan penghinaan terhadap  tradisi  Berpantang alias Balala 

Terkait hal itu selasa ( 24/3 )bertempat di ruang BKPM Polsek Mandor, Ketua DAD Kecamatan Mandor Agus Guletek,  Temenggung Binua Pulo Padakng, Pasirah Binua Agak,Kadus Agak, Anggota Bhabinkamtibmas, Babinsa dan warga masyarakat lainnya , sepakat untuk membahas guna memecahkan  sikap dan tabiat  yang diperlihatkan oleh  pemilik Akun FB atas nama Nasuri Adam yang diduga telah melakukan penghinaan terhadap adat istiadat etnis Dayak    

Dari hasil pembahasan tersebut,  Ketua DAD memberikan amanah kepada Temenggung Binua Pulo Padakng dan Tokoh adat lainnya,untuk memproses kasus penghinaan Adat  istiadat  tersebut  supaya dapat  ditindak lanjuti secara hukum  yang berlaku . 

Dalam kesempatan yang berbeda   Kapolsek Mandor Iptu Anuar Syarifudin SH,MH,saat di temui  wartawan Tangkalnews, dirinya membenarkan kalau Ketua DAD Kecamatan Mandor dan pengurus Adat desa Sebadu kalau saat ini masih  dalam tahap berunding untuk menjatuhkan sanksi hukum Adat kepada Nasuri Adam yang diduga melakukan penghinaan Adat istiadat  

“Kita mencoba memediasi kasus penghinaan adat istiadat  terhadap etnis terbesar dikabupaten Landak tersebut  yang diduga  dilakukan oleh  Nasuri Adam,hal ini  di lakukan untuk mencegah terjadinya konflik  yang lebih luas lagi ,”kata kapolsek ini. (Sumianto)




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply