Kapolsek Mandor Mediasi Perkelahian Pelajar Yang Sempat Viral Di Medsos

 

 

(Foto:Perkelahian Pelajar Sempat Viral Medsos)




Mandor TangkalNews-Sungguh sangat disayangkan,Seharusnya Pelajar belajar di bangku sekolah, hari ini Selasa (10/9) beberapa oknum Pelajar harus belajar di Kantor Kepolisian Sektor Mandor Polres Landak Untuk mendapatkan Pembekalan mental yang diberikan oleh Kapolsek Mandor IPTU Anuar Syarifudin.

Karena masalah saling ejek kejadian tersebut sempat di hebohkan sesama rekannya, Perkelahian tersebut terjadi diluar sekolah dan sempat tangani oleh Kepolisian Sektor Mandor Polres Landak.

Sebelumnya terlibat dalam kasus viralnya perkelahian anak SMA di Makam Juang Mandor di dusun Mandor Desa Mandor kecamatan Mandor kabupaten Landak Kalimantan Barat ,kejadian tersebut terjadi pada hari jumat tanggal 06 september 2019 sekira jam 11.30 wib.

Dan pada hari ini Selasa Pagi tanggal (10/9) Seluruh siswa terlibat perkelahian Sesama rekanan, saksi, orang tuanya serta guru, dipanggil pihak kepolisian Sektor Mandor untuk dimediasi tentang Permasalahan perkelahian tersebut.

Dari hasil mediasi tersebut didapat suatu kesepakatan/perjanjian yang berbunyi,Bahwa Para Pelajar terlibat perkelahian berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.Bahwa orangntua para pelajar siap dan mampu mendidik anak-anaknya di lingkungan keluarga.
Dan Bahwa Para orangtua siswa siap menerima.

Kapolsek Mandor IPTU Anuar Syarifudin bersama Bhabinkamtibmas meminta kepada Pelajar tersebut tidak mengulangi perbuatannya karena dan diminta kepada guru dan orang tua untuk lebih memperhatikan dan mengawasi anak anaknya.

“Berdasarkan keterangan para pelaku bahwa penyebab perkelahian tersebut karena awalnya saling ejek lalu terjadi cecok mulut kemudian terjadilah perkelahian, dan kronologisnya adalah pada hari hari jumat tanggal 06 September 2019 sekira jam 11.30 wib,”kata kapolsek ini.(Sumianto)

Print Friendly




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply