Bupati Landak Laksanakan Penanaman Perdana Jagung Diareal Replanting Kebun Kelapa Sawit.




Ngabang ,TangkalNews-Pada Senin (22/02) Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa melakukan penanaman perdana tanaman jagung di area kurang lebih 3 Ha mlik  Kelompok Tani Mengalir  dari Dusun Jamai, Desa Amboyo Inti, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat  serta bekerja sama dengan Kontak Tani Nelayan Andalan secara  swadaya dan bertahap

Baca Juga:Anggota DPRD Dapil 1 Landak, Hadiri Musrenbang Kecamatan jelimpo

Kegiatan  Bupati Landak tersebut  didampingi Dandim 1201/Mempawah, Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Landak, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Kalimantan Barat, Ketua KTNA Kabupaten Landak, Dihadiri Kepala Desa Amboyo Inti dan Kelompok Tani Mengalir, serta warga setempat.




Baca Juga:Diperkirakan Proses Pendaftaran CPNS Akan Dibuka April – Mei Tahun 2021

Bupati Landak Karolin Margret Natasa dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan memanfa’atkan lahan yang ada seperti lahan replanting kebun Kelapa Sawit ini dapat mendukung Program Nasional yakni menjaga Ketahanan Pangan Nasional pada masa Pandemi COVID-29 di Kabupaten Landak.
 
“Karena kalau menanam Jagung dilahan  replanting yang  baru dibuka pasti akan belum terlalu bagus untuk tanam pertama, karena tanahnya masih keras yang sudah puluhan tahun ditanami sawit dan belum lagi ada akar dan segala macam. Ketika tanam yang kedua dan ketiga malah lebih bagus hasilnya, karena tanah sudah lebih lembut, lebih gembur, dan ada juga yang diselingi dengan tanam sayur dengan jagung. Intinya jangan biarkan tanah kita menganggur,” harap Karolin.
Karolin juga mengingatkan kepada para pekebun Sawit mandiri yang sudah melakukan replanting lahan sawit ke tanaman jagung untuk dapat membentuk kelompok tani atau bergabung ke kelompok tani, yang betujuan agar dapat terdaftar ke dalam data Simluhtan dan mendapatkan Kartu Tani.
Bupati Landak mendorong masyarakat menanam jagung yang dikarenakan di Kabupaten Landak saat ini produksi jagungnya berada di nomor dua se-Kalimantan Barat.
 
“Mohon juga pendampingan dari KTNA agar para pekebun mandiri yang sekarang ini dulu merupakan plasma dari PTPN, mulai menggabungkan diri dalam kelompok-kelompok tani dan mendaftarkan dirinya kedalam Simluhtan. Setelah di Simluhtan, nanti kami masukkan ke dalam e-RDKK sehingga bapak dan ibu bisa membeli pupuk bersubsidi. Oleh karena itu, kedepan akan ada perubahan sistem untuk membeli pupuk bersubsidi harus menggunakan Kartu Tani,” tukas Karolin.
Sumber: MC Pemkab Landak.




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply