Bandar Besar Pengedar Narkoba di Kabupaten Landak Belum Tersentuh Hukum

Ngabang, TangkalNews– Merupakan kegiatan rutinitas di   setiap  akhir bulan Polres Landak selalu  mempublikasikan  hasil kinerja nya  kepada insan  Pers. Untuk bulan Januari 2019   Kapolres Landak     AKBP. Bowo Gede Imantio pada   Kamis (31/01/2019) bertempat  di ruang Balai Kemitraan Polisi Masyarakat  Polres Landak,  kembali  menggelar press release  terkait penanganan kasus yang ditangani jajarannya dimana  selama bulan Januari 2019 ada berbagai bentuk kasus  seperti  Aduan 16 kasus,  Selra 12 kasus dan LP 12 kasus.

Lebih lanjut Kapolres  Landak memaparkan  terdapatnya pelanggaran Lalu Lintas dimana  di tahun 2018 ada 54 kasus,  dan tahun 2019 Ada 132 kasus  padahal  baru  31 hari saja   “jadi naik 78.09 %, ” ujar Kapolres.

Untuk Teguran,  data tahun 2018  ada 62 kasus dan tahun 2019 ada 254 kasus, naik menjadi 192 kasus dengan presentase 75.59 %. Sementara itu jumlah pelanggaran tahun 2018, ada  116 kasus dan tahun 2019 ada 386 kasus ,  naik menjadi 270 kasus,  dengan persentase 69.95 %.

Untuk kasus Laka Lantas,  Kapolres  membeberkan jumlah kejadian bulan Januari 2018 ada 2 kasus.  “Di Januari 2019 ada 9 kasus. Dengan peningkatan   kasus sebanyak  7 kasus, dengan   korban meninggal  pada Desember 2018 ada 1 orang  dan Januari 2019 ada 1 orang . Untuk  korban Luka Berat   di tahun 2018 ada 3 orang ,  sedangkan Januari 2019 ada 11 orang .    Dengan korban luka ringan   pada  Desember 2018 terlapor 2 orang  sedangkan Januari 2019 terlapor ada 4 orang . Kemudian   kerugian materil yang dialami pada  Desember 2018 mencapai Rp. 20.100.000, sedangkan  Januari 2019 kerugian terdata Rp. 11.600.000.

Kapolres juga mejelaskan  kasus Togel dengan tersangka IS  mulai terungkap pada tanggal 14 Januari 2019, dengan barang bukti  uang tunai Rp. 316.000   dan  1 buah HP. “ untuk itu Proses penyelidikan terus kita lalukan mengingat bandar besarnya belum tertangkap dan disinyalir masih berada bebas di kota Ngabang dan sekitarnya

 Ada nya   2 kasus KDRT yang  dilakukan terhadap anak dibawah umur 7 tahun dengan  tersangka JM sehingga akibat perbuatannya tersangka dapat  dijerat oleh  Pasal 44  UU No.  23 Tahun 2004 dengn ancaman penjara selama 5 tahun penjara.Kemudian kasus  KDRT  terhadap istrinya  ,kepada tersangka dapat dijerat Pasal 44. UU  No. 23 Tahun 2004 dengan ancaman penjara selama 5 tahun.

Yang tidak kalah berbahaya nya terkait  pemasok dan  pengguna Shabu alias Narkoba  merupkan Narkotik yang mengandung  Zat aditif lainnya.   Di Indonesia terkait peredaran  Narkoba  telah   memasuki kejadian  Darurat dan  Luar Biasa,  mengingat peredaran  Zat yang bisa merusak mental dan bahkan mampu melenyapkan nyawa manusia  mulai beredar bebas diperkotaan ,pasar pasar hingga  ke pelosok pelosok desa dan kampung kampung dengan sasaran para pelajar dan masyarakat umum meskipun secara tersembunyi.

Tak kalah penting untuk diwilayah kabupaten Landak peredaran Narkoba sudah mulai mencemaskan ,karena faktanya yang berhasil terungkap dan terciiduk hanya para pengguna dan pengedar  sebagian kecilnya  saja sedangkan Bandar besarnya hingga saat ini masih bebas beraksi dan tidak mudah tersentuh    BNN dan kepolisian. Sedangkan para pelaku yang berhasil ditangkap ternyata  masih menutup rapat siapa bandar besarnya sehingga sulit dikembangkan penyelidikan lebih lanjut.  Terkait hal itu diharapkan aparat berwajib harus mampu  memikirkan trik apa yang harus dilakukan untuk mengungkap siapa Bandar sebenarnya dengan mengorek keterangan dari pelaku alias tersangka yang telah berhasil tertangkap.

Dengan fakta telah diprosesnya   2 kasus pengedar dan pengguna  Narkoba oleh jajaran Polres Landak dengan melibatkan  6 tersangka dengan   2 tersangka pria berinisial ML dan RD, serta 4 tersangka wanita berinisial UN, MR,SR dan SM. Terhadap  para pelaku yang berinisial SR,SM,dan RD alias Dl berhasil diamankan bersama   barang bukti 26 plastik klip putih shabu berbentuk  Kristal putih  dengan berat totalnya 7,02 gram, 1 buah sendok terbuat dari pipet, Uang tunai Rp.100.000,- 5 bungkus klip transparan ,1 buah HP Nokia, 1 buah timbangan digital merek Camry dan 1 buah buku  catatan bon penjualan Shabu.

Untuk tersangka yang berinisial VN,MR dan ML  berhasil diamankan barang bukti 1 kantong klip transparan Shabu berbentuk Kristal putih seberat 0.0866 gram , 1 buah alat hisap shabu, 1 buah botol  mineral, 1 sendok terbuat  dari pipet ,1 buah korek api gas.




Dengan tertangkap sebagian kecil pengguna  maupun pengedar narkoba di kabupaten Landak maka diharapkan  ada jalan terbuka lebar bagi BNN dan Kepolisian untuk mengungkap siapa Bandar besar sebenarnya yang telah  berada  dibalik itu semua. (To)

 

 

Print Friendly




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply