Antisipasi Covid-19, Bupati Landak Minta Warga Tidak Liburan Keluar Daerah




Landak TangkalNews – Berdasarkan surat edaran Menteri Dalam Negeri Nomor  440/5876/SJ,Tentang Antisipasi Penyebaran Covid-19 Saat  Libur Dan Cuti Bersama Tahun 2020 yang ditanda tangani oleh Tito Karnavian, dimana dalam surat edaran tersebut  mengintruksikan bahwa dalam rangka pelaksanaan hari libur Maulid Nabi Muhammad SAW pada tanggal 29 Oktober 2020 dan cuti bersama  tanggal 28 dan 30 Oktober 2020 yang dtunjukan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Terkait hal tersebut  bupati kabupaten Landak  Karolin Margret Natasa berharap untuk tetap memanfaatkan libur tersebut dengan tidak liburan keluar daerah. Hal ini dikatakannya untuk meminimalisir terjadinya peningkatan  pandemi Covid-19 di Indonesia khususnya di Kabupaten Landak.

“Sangat jelas sesuai arahan dari Mendagri bahwa kita harus mengambil sejumlah langkah untuk hal ini. Diantara langkah yang kita terapkan yakni saat liburan nanti kita minta seluruh warga untuk tidak keluar daerah. Hal ini  harus dilakukan untuk menghindari terjadinya penyebaran meluas dari suatu daerah ke wilayah kita Kabupaten Landak, yang terpenting berkumpul di rumah bersama keluarga,” ujar Bupati Landak pada Sabtu (24/10/20).
Lebih lanjut dikatakan Karolin  bahwa perlunya melaksanakan tidak keluar daerah ini lantaran saat ini Kabupaten Landak berada pada zona orange.
“Kabupaten Landak untuk saat ini berada pada zona orange yang bisa saja berganti menjadi zona merah dalam waktu singkat. Tapi kita juga terus berupaya supaya wilayah kita berada pada zona aman tetapi hal ini dapat kita wujudkan apabila seluruh warga tetap patuh menerapkan 4M yakni Menggunakan Masker, Mencuci Tangan Pakai Sabun, Menghindari Kerumunan Orang, serta Menjaga Jarak selama beraktivitas diluar rumah,” jelas Karolin.
Berdasakan Surat Edaran Menteri Dalam Negri  Nomor  440/5876/SJ ,yang ditandatangani pada  21 Oktober 2020 , terdapat 11 poin  diantaranya:

1. Mengimbau masyarakat selama melaksanakan libur dan cuti bersama agar sedapat mungkin         menghindari melakukan perjalanan dan tetap berkumpul bersama keluarga.

2. Dalam pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW masyarakat diimbau agar dilaksanakan di lingkungan masing-masing dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
3. Jika pelaksanaan liburan dan cuti bersama dilakukan dengan perjalanan keluar daerah agar dilakukan test PCR atau Rapid Test.
4. Setelah kembali dari perjalanan luar daerah disarankan kembali melakukan test PCR atau Rapid Test untuk memastikan bahwa pelaku perjalanan tetap dalam keadaan negatif Covid-19. 5. Agar setiap daerah agar memperkuat sistem pengawasan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di daerah masing-masing dengan mengintensifkan Satuan Tugas Penanganan Covid19 di lingkungannya.
6. Untuk menjaga agar kelurahan/desa bebas Covid-19 diantaranya dengan meyakinkan
pengunjung suatu lingkungan tersebut dengan membawa surat hasil test PCR/rapid test yang  menjelaskan bahwa pengunjung negatif Covid-19.
7. Mengidentifikasi tempat wisata yang menjadi sasaran liburan agar memiliki protokol
kesehatan yang baik, memastikan tidak ada kerumunan yang menyebabkan tidak bisa jaga jarak.
8. Mengatur kegiatan seni budaya dan tradisi non-keagamaan yang biasa dilakukan sebelum pandemi Covid-19 di lingkungan masing-masing agar tidak terjadi kerumunan massa dalam bentuk apapun.
9. Dalam mempersiapkan pelaksanaan liburan di daerah asal, selama perjalanan maupun
daerah tujuan pelaku perjalanan agar kepala daerah melakukan koordinasi dengan forkopimda dan stakeholder lain.
10. Mengoptimalkan peran Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di daerah dalam
melaksanakan monitoring, pengawasan dan penegakan hukum sebagaimana SE Menteri Dalam Negeri Nomor 440/5184/SJ Tentang Pembentukan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di daerah

Sumber: MC Pemda Landak




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply