Adanya SMS Bernada Ancaman, Sebelum Kematian Dion




Ngabang- Tangkalnews, Paska tewasnya   Kepala Satpam Pabrik Kelapa Sawit  PTPN XIII   Ngabang,  Almarhum Dion ternyata menyisakan berbagai kecemasan  dan kekwatiran warga , Mengapa permasalahan  itu bisa terjadi ?  Para keluarga,tetangga ,kerabat dan  rekan kerja korban   di PKS PTPN XIII Ngabang  merasa cemas dan kwatir kalau rasa aman dan kepastian hukum di kabupaten landak ini merupakan sesuatu yang sangat sulit   untuk  di dapat.    Di hari ke-7 paska tewasnya Dion   tergantung di pohon  kayu Akasia di samping rumah dinas Manager PKS  PTPN  XIII Ngabang masih membuat keluarga dan   warga terdekatnya berduka dan was was  yang sangat mendalam,  sedangkan  sejauh ini pihak kepolisian Resort Landak masih berpendapat kalau Dion (57) ,pensiunan anggota TNI tersebut meninggal karena gantung diri, sebab pihaknya belum menemukan penyebab lainnya atas kematian Dion.

           Berdasarkan hasil penulusuran  Media Online  TangkalNews.com  dengan  Manager PKS PTPN XIII Ngabang desa Amboyo Inti  kecamatan Ngabang  kabupaten Landak provinsi Kalimantan Barat, Asri Siswanto terkait  kronologis ditemukannya jasad Dion tergantung dipohon kayu Akasia di samping rumah dinasnya berjarak 20 meter.   Bahwa Pada tanggal 30 Juni 2017 pkl 19.47 dirinya mengirim SMS kepada korban yang maksutnya   supaya  memberitahu kepada KTU PKS  Ngabang, Murjani agar membeli Token listrik untuk  rumah dinas Manager PKS Ngabang yang telah gelap    karena  listriknya mati kehabisan pulsa . Akan tetapi SMS yang dikirim oleh Manager tidak dijawab oleh korban. Setelah menunggu beberapa saat selanjut sekitar pukul 20.00 pada  malam itu juga  Manager menelpon langsung korban(Dion) sebanyak 5 kali berturut turut tetapi korban tidak juga mengangkat Hpnya. Setelah menunggu  beberapa jam  pada 30/6/2017  tepat pukul 24.00 wib Manager(Asri Siswanto)  bersama anggota   satpam PKS Daniel,Said,Uwal,Junar bergegas mendatangi rumah korban berjarak sekitar 200 meter dari rumah Manager yang saat itu pintu rumah korban  dalam keadaan  terbuka ,pintu dalam keadaan rusak karena terlihat jelas bekas tendatangan pada daun pintu   sedangkan TV diruang tamu masih dalam  keadaan menyala sedangkan kursi sudah berantakan . Karena korban malam itu tidak ditemukan dirumahnya maka   Manager bersama anggota satpam lainnya mencari dibelakang rumah, mess karyawan, sekitar pabrik minyak sawit  hingga pukul pukul 03.00 pada 1/7/2017 akan tetapi yang bersangkutan tidak ditemukan, akhirnya para petugas ini pulang kerumah mereka masing masing.    Setelah menjelang pagi  hari tanggal 1/7/2017    “  ketika seorang warga  inisial A(81) ayah nya Asri Siswanto    sedang berolah raga pagi  keliling keliling di rumah dinas manager PKS Ngabang   pkl 05.30 wib tiba tiba saja pandangan nya terarah pada sebuah benda tergantung mirip patung    kemudian di saat itu juga ayahnya berbicara dalam hatinya  barangkali  benda ini yang dicari cari tadi malam ,selanjutnya agak sedikit keras  inisial A bicara dari luar rumah  kalau ada orang tergantung dipohon  kayu Akasia  maka seketika itu itu juga Asri Siswanto    keluar rumah langsung  mendekati benda yang tergantung tersebut untuk memastikan apa yang sebenarnya  telah terjadi . Setelah beberapa saat maka ditelpon nya Manager   PTPN Kebun Ngabang F Heriyanto  untuk meminta bantuan dari para petugas satpam nya agar menuju tempat kejadian dan menghubungi pihak kepolisian Polres Landak. Dari hasil pemeriksaan awal  jasad yang tergantung ternyata bernama Dion  yang merupakan  komandan satpam PKS PTPN XIII Ngabang.

          Dari hasil pemeriksaan    ditemukan   luka luka kecil berdarah yang telah mengering   karena tusukan  duri maupun bekas  benda tumpul lainnya ,kemudian celana panjang yang terselip didahan kayu, tali gantungan dari kabel parabola yang telah keropos  kemudian terdapatnya  potongan dahan kayu telah  patah dan terjatuh   ,selanjutnya di ciri ciri fisik jasad   lidah mayat tidak menjulur keluar, Mata tidak melotot, dan kepala korban tidak menunduk kebawah . Setelah itu jasad diturunkan dari gantungan untuk selanjutnya dibawa ke rumah sakit umum daerah Landak. Dari hasil pemeriksaan di rumah tempat tinggal korban terdapat 1 buah  parang  telah diamankan oleh polisi ,2 buah kursi plastik patah, 1 buah meja  plastik pecah  , bagian jok tempat duduk motor  dibelah, tali gas motor  diputus dan terdapat 1 buah HP black Senter Nokia dan HP Kamera juga ikut diamankan oleh polisi , disalah satu HP terdapat SMS ancaman dalam bahasa daerah yang bertuliskan “ Kaluar kamar kita badua’ kalo ina kaluar kutarajang pintu” jika di artikan  sms tersebut adalah: keluar kalian berdua dari kamar kalau tidak pintu akan saya terjang. Demikian dijelaskan PLT Kepala Satpan PKS  PTPN XIII Ngabang Uwal yang sempat baca sms didalam HP tersebut  kepada wartawan tangkalnews.com

           Terkait peristiwa tersebut manager PKS PTPN XIII Ngabang Asri Siswanto berharap agar pihak aparat  kepolisian  Resort Landak segera mengungkap dan menangkap para pelaku pembunuhan ini karena pihaknya sangat yakin kalau tewasnya   korban sangat mencurigakan  apalagi ditemukannya SMS yang mencurigakan, kemudian letak posisi kematian korban,  serta ciri ciri  tewas nya korban  yang sangat janggal apabila korban mati karena  gantung diri  ,karena menurut Asri Siwanto  pada umumnya dari ciri ciri korban  gantung diri  sampai mati  setidaknya memiliki ciri ciri  seperti saat tubuh sudah menggantung, tali sudah mengikat leher sedangkan  kaki tak menyentuh sesuatu dibawah sana  sehingga gaya gravitasi yang sangat kuat menarik tubuh yang tertahan di tali, maka leher akan tercekik dan tak bisa bernapas  .Setelah merasakan sakitnya tercekik ,nyeri yang luar biasa menjalar ke tengkuk dan dada maka mata akan melotot karena  terasa perih karena tekanan. Kemudin tekanan itu menyebabkan penyumbatan udara dan pembuluh darah ke otak atau tekanan pada syaraf vagus .Lalu perut dan dada akan kejang karena diafragma berkontraksi dengan hebat . Selanjutnya wajah manusia yang mati  menggantung  dirinya dipastikan berwarna ungu kemerahan . Kemudian busa halus dan liur akan mengucur dari sudut bibir  karena   terjadi pendarahan ditenggorokan . Hal ini   terjadi karena  kocokan pada tenggorokan dan dada saat berusaha bernapas  sehingga lidah  akan terjulur keluar. Tapi meskipun  lidah sudah terjulur ,belum tentu langsung mati secara reflek tubuh akan meronta ronta berayun kian kemari .Kondisi ini hal yang otomatis terjadi pada tubuh seseorang yang gantung diri ,semakin lama gerakan meronta akan mematahkan tulang leher hingga terjadi pendarahan di otak akibatnya  Pandangan mulai kabur kontraksi diafragma kian menjadi  jadi bisa mengakibatkan keluar nya sperma atau bahkan feses .Dari ciri ciri kematian akibat gantung diri tadi terkait dengan kematian Dion,   managernya PKS Ngabang ini  memastikan  satupun  tidak ada ciri ciri yang di  alami  Dion .

Oleh karena itu lah pihaknya prihatin jika kasus kematian Dion ini tidak terungkap karena tidak menutup kemungkinan akan terulang kembali modus kematian  yang sama akan menimpa korban selanjutnya. (Manto) 




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply